Tampilkan postingan dengan label Me. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Me. Tampilkan semua postingan

Catatan Buruk


Serasa ada yang ingin membuat kepalaku meledak, entah apa, mungkin saya perlu mengeluarkannya dengan sebutir peluru agar kepalaku berlubang dan sesuatu itu mengalir tak menyisakan segala yang memberatkan kepalaku, tapi seberapa berani saya melakukannya? Atau saya perlu orang lain yang melakukannya? Pak polisi misalnya, atau pak penjahat bersenpi? Atau malah keduanya sama saja? Entahlah, barangkali hanya baju yang membedakannya atau memang keduanya benar-benar beda, saya tak peduli kedua-duanya.

Barangkali saja setelah kepalaku berlubang dari kiri ke kanan atau sebaliknya dan mirip terowongan saya bisa melihat sesuatu yang bergerak, berputar dan berlari dalam kepalaku dan setelah itu mengambilnya, menyimpannya dan menguncinya rapat-rapat dalam kotak, atau menghanyutkannya ke sungai kemudian lupa tentang segalanya.

Sepertinya terdengar gila atau jangan-jangan saya sudah benar-benar gila, tapi saya harus percaya ini sesuatu yang biasa dialami banyak orang dan saya memerlukan alat, sarana atau perkakas untuk "mengambil" sesuatu di dalam kepala saya tersebut meski tak harus berupa peluru dan kemudian benar-benar menghanyutkannya isi kepala tersebut ke sungai.

Ini hanya soal memilih dan menentukan, sesuatu yang biasa saya gunakan untuk mengeluarkan isi kepala yang membuncah itu biasanya sebuah pensil dan kertas. Dan ketika saya akan mengeluarkan sesuatu yang buruk dari dalam tempurung kepala dan akan meledak saya menggunakan kertas bekas, atau sesuatu yang memang sudah tak digunakan seperti buku petunjuk menggunakan ponsel, kalender dengan sistem sehari sobek, kadang juga buku catatan kecil buram cinderamata hasil kondangan. Tak harus kertas polos atau bergaris, toh sesuatu itu hanya berupa unek-unek yang lazim mendatangi siapa saja, dan itu benar-benar sampahnya otak tak harus ditempatkan di buku catatan paling istimewa bernama hati.

Beberapa orang benar-benar memiliki ide praktis dan berani ketika mengalami hal serupa atau malah lebih berat dari saya, seperti melompat dari gedung tinggi atau menenggak pil tidur dalam dosis besar atau yang paling keren menurutku dengan menembak kepala sendiri seperti di awal catatan ini. Dan untunglah saya tak memiliki senjata seperti itu dan tak memiliki nyali untuk melakukan hal-hal seperti itu. Sebagian yang lain menyelesaikannya dengan mendekatkan diri dengan sang pencipta. Bukankah hidup soal memilih? Dan saya memilih membesarkan nyali untuk tetap menulis catatan buruk tentang pikiran dan kepribadian buruk saya di sini.
------------------------------------------------------------
Rawa Buaya, Jakarta.


--Djenar Abunetti--
djenarabunetti@yahoo.com
Sent from Nokia Windows Phone
Baca selengkapnya »

Kiri

Dulu sekali sekitar tahun 2004, waktu saya baru memiliki telepon seluler saya selalu memegang atau menggenggam, dan mengetik dengan jempol tangan kiri, otomatis kantong atau saku celana yang dipakai untuk mengantongi benda sialan tersebut juga di sebelah kiri, demikian juga telinga yang sering digunakan untuk mendengar pastilah kiri, tentu tidak nyaman menggenggam ponsel dengan tangan kiri dan menempelkannya di telinga kanan. Sampai saat ini tetap seperti itu, saya bukan kidal tapi saya merasa nyaman dengan "kiri" tersebut.

Bukan hanya ponsel, saya juga merasa nyaman dengan pundak atau bahu kiri untuk meletakan gagang senapan angin (senapan untuk menembak burung, atau bajing) dan telunjuk tangan kiri menarik pelatuknya, dan mata kiri untuk mengincar sasaran, menurut saya pasti akan jadi kacau jika senapan di pundak kiri mengincar sasaran dengan mata kanan dan menarik pelatuknya dengan jari telunjuk tangan kanan. Kiri dan kanan dalam hal ini hanya soal kenyamanan, relatif, tak ada aturan bakunya. Berbeda dengan persoalan setir kiri dan setir kanan masing-masing tergantung peraturan suatu tempat, tak peduli kita nyaman atau tidak.

Pernah seorang teman menanyakan soal ponsel tersebut, "mengapa harus di tangan kiri??, seperti calon penghuni surga lainnya saya menjawab "tangan kananku hanya untuk menerima catatan amal baik", "apa hubungannya ponsel dengan catatan amal baik?, "tidak ada hubungannya sama sekali, aku hanya berpikir mungkin itulah jawaban yang paling nyaman untuk telingamu".
--------------------------------
Taman Semanan Indah, Jakarta.


--Djenar Abunetti--
djenarabunetti@yahoo.com
Sent from Nokia Windows Phone
Baca selengkapnya »

Keluyuran Lagi


Selesai melihat-lihat komplek makam Hajjah Fatimah kami melanjutkan keluyuran menuju jembatan gantung sungai Cideres, Cijati, Majalengka. Tidak ada yang istimewa dari jembatan ini hanya saja di kampungku tidak ada yang seperti ini, jembatan dengan tali baja (seling), besi beton dan plat baja, sungai berarus besar seperti namanya Cideres. Jadi menarik buatku.
-----------------------
Cirebon, Talun

--Djenar Abunetti--
djenarabunetti@nokiamail.com
Sent from my Nokia
Baca selengkapnya »

Keluyuran


Tragedi sabtu ini dimulai dari jam delapan pagi setelah mengalami kompor ngadat, air mati, utak-atik kompor menyebabkan badan belang hitam sementara telur ayam telah dipecahkan dalam wadah untuk disulap jadi dadar. Dengan sangat kepayahan akhirnya kompor bersedia membantu, telur resmi jadi dadar,.....jiahhhh asinnya minta ampun, benar-benar tragedi nih, gagal sarapan. Dengan kondisi seperti ini kami sepakat melarikan diri ke Majalengka tanpa cuci muka apalagi mandi, untuk menemui mang Dadang mengajaknya menjala ikan di kali.

Dengan ongkos 3000 ribu rupiah perkepala dari polsek Kadipaten sampailah di Cijati Majalengka, tanpa kesulitan membujuk mang Dadang yang memang hobi nyari ikan akhirnya kami berempat (gue, dadang, nandol, lison) menuju kali Cijurai[y], papan penunjuk jalan mengatakan Jl. Petaking, Munjul, dari sini kami masuk menuruni jalan yang super curam sebelum akhirnya melewati jembatan dan turun ke kali tersebut berenang dan belajar menjala ikan, ternyata sulit juga melempar jala kelihatanya mudah, kusut terus gak mau melebar tuh jala. Lagi asik melempar jala terdengar klakson dari jembatan 'tetet tetet, woiiiiii.......suruh kerja malah maenan kali' sambil geleng kepala, ajib,...... itukan si Wawan bagian pemasaran kenapa bisa ke sini mau kemana dia, kami hanya tertawa.

Tak ada satupun ikan yang berhasil didapat, kami nyerah udah kedinginan, tiga orang tua setempat yang lewat membawa jala juga belum ada hasil, arusnya terlalu besar atau deras katanya, kami balik lagi ke rumah mang Dadang, ngopi, ngobrol tak jelas juntrunganya.
----------------------------
Kadipaten


--Djenar Abunetti--
djenarabunetti@nokiamail.com
Sent from my Nokia
Baca selengkapnya »

Masa Abegeku

Saya lulus MI (Madrasah Ibtidaiyah) atau SD sekitar tahun 89-90-91an (lupa, ijazah ilang pula), tidak melanjutkan lagi ke SMP karena alasan ekonomi maka jadilah saya abege pengangguran dan untuk mengisi waktu saya sekolah sore (sekolah agama, sekolah diniyah sampai kelas tiga, tidak lulus). Beranjak jadi abege tidak mudah, umuran saat itu lagi bengal-bengalnya, suka meledek guru perempuan (pernah ditampar juga hahaha) menukar ataupun mengambil sandal yang lupa dimasukan ke dalam rumah, tapi lebih sering minta ke teman daripada ngambil sendiri. Ya itu jamanya belum kenal yang namanya pacaran, hanya berani ledek-ledekan, jalan-jalan di Galuh Timur belum diaspal, PLN belum masuk hanya ada listrik dari mesin diesel usaha milik perorangan (pribadi). ya kadang nyuri listrik juga untuk 'nyetel' mini compo, kucing-kucingan dengan pemilik diesel, nyuri kelapa muda, nyuri pete, nyuri nangka, belajar merokok, belajar minum minuman beralkohol, berkelahi dengan kelompok remaja lain (Geng, kalau jaman sekarang) yah bengalnya remaja kampung yang jauh dari peradaban.

Masa lalu tertutup aspal dan kilaunya saat gerimis, dibuyarkan terang bola-bola lampu, tergantung di bentangan kabel listrik, dan hitamnya air got.
-----------------------------
Kadipaten


--Djenar Abunetti--
djenarabunetti@nokiamail.com
Sent from my Nokia
Baca selengkapnya »

Kosong

Selepas isya Galuh Timur gerimis, sepi sekali malam ini, rumah juga sepi bapak lagi ada acara selamatan tingkeban empat di rumah mang Suganda (Ganda), ibu tidur, adik lagi ke rumah mertua, aku? Dari pada mlongo pinjam buku sama Ahong, dan harus rela nunggu lama beliau (hahaha) keluar dari mushola yang berada di sebelah timur rumahku, mushola yang tak pernah kumasuki sejak aku mengalami penurunan iman yang cukup drastis (hahaha, payah gue).

Entahlah sepertinya aku mulai membutuhkan cinta dan menyadari jalanku telah salah dan terlalu jauh selama ini, tentu sangat tidak mungkin aku bisa terus bertahan sendiri di kamar bersama setumpuk bualan bernama buku filsafat, agama, sastra, politik, psikologi, komputer dll.

Ada ruang kosong dalam diriku yang sulit kujelaskan mengapa ruang tersebut kosong. Damn.
-------------------------------
Galuh Timur


--Djenar Abunetti--
djenarabunetti@nokiamail.com
Sent from my Nokia
Baca selengkapnya »

Hutang

Tidak ada banyak hal yang kulakukan sejak pagi tadi mulai dari bangun lebih pagi untuk mengejar bus antar kota, membaca koran, mengobrol dengan penumpang lain, membeli sarapan dalam bus, mendengar keluhan tukang ojek yang pendapatanya menurun sampai akhirnya memeluk keponakanku tersayang, bermain-main denganya, bertemu dua neneku, ibu, bapak dan adiku yang tempo hari menanyakan 'kapan pulang, masih lamakah...??

Aku berhutang pada banyak orang hari ini, hutang tentang pelajaran bagaimana cara menyayangi pasangan dari penumpang bus di sebelahku, pelajaran bagaimana cara menyapa dari penjual koran, bagaimana tetap bertahan dari tukang ojek, bagaimana cara menyambut dari nenek, bagaimana cara berbagi cerita dari keponakan dan bagaimana cara mengkhawatirkan dari ibu dan bapak.

Mereka membuatku berhutang pada hari-hari yang akan datang, dan hanya terbayar ketika aku bisa menjadi lebih baik dari hari ini dalam segala hal, dalam memperlakukan orang lain khususnya.
--------------
Galuh Timur


--Djenar Abunetti--
sitidjenar@gmail.com
Sent using a Sony Ericsson mobile phone
Baca selengkapnya »

Minggu Ke Empat

Memasuki minggu ke empat pembangunan mushola Al-Muhajirin, seperti inilah detail pekerjaanku sebagai kuli bangunan, memasang batu bata, merakit besi beton, membuat bekisting, membuat steger, plester dinding, mengaci, mengecat, memasang batu kali, mengecor, memasang genteng, memasang plafond, memasang keramik, closet, wastafel, memasang pipa dan lain-lain, hampir semua jenis pekerjaan yang berhubungan dengan sebuah bangunan bisa kukerjakan.

Jadi salah besar kalau kemarin-kemarin ada yang mengadd facebooku mengira dan menanyakan apakah aku penyair, penulis ataupun orang yang bekerja di bidang tulis-menulis hanya karena aku memiliki blog semacam ini, semacam keranjang sampah. "masa kuli bangunan punya blog?" katanya, "lho memangnya gak boleh?, memangnya hanya orang pinter saja yang boleh mainan blog?" "iya seeeeh, tapi koq theme blognya bukan bawaan or standard blogspot?" "itu karena otakmu yang di bawah standard aja kaleeee". Semoga postingan ini bisa membantumu mengenaliku.
------------------------------
Kadipaten


--Djenar Abunetti--
djenarabunetti@nokiamail.com
Sent from my Nokia
Baca selengkapnya »

Sakit Leher

Pagi ini terasa lebih dingin setelah dari kemarin kota Kadipaten dan sekitarnya diguyur hujan. Matahari seperti malas keluar dari sarungnya yang kumal dan berbau sementara ibu-ibu paruh baya sudah mondar mandir jogging dengan seragamnya asik tertawa dan bergosip dan sebentar lagi ibu berkacamata, berjaket plastik hitam, bercelana biru dan mengenakan sepatu putih bergaris biru kuning yang tak termasuk kelompok ini akan segera melintas di depan tempat tinggalku, keluar komplek, memutar dan muncul lagi melewati jalan yang belum diaspal dan tepat jam delapan akan melintas di depan masjid yang sedang kubangun melempar senyum ramah dan bertanya "bisa lewat?" dan jika ada ibu penggembala domba di samping masjid bertopi lebar berbaju kotak-kotak ia akan berbincang beberapa menit, yah itu karena komplek ini bersinggungan langsung dengan lahan petani setempat dan dugaanku komplek ini berdiri di atas lahan pertanian atau ladang yang digusur. Aku sudah dua minggu di komplek Griya Prima Pesona Kadipaten membangun masjid untuk warga komplek ini, maka aku mulai hafal dengan kebiasaan warga komplek ini. Dan aku tahu setiap minggu pagi juga ada senam di halaman kantor pemasaran dengan dua instruktur muda yang tentunya cantik dan sexy dan satunya ganteng, kamu ingin seperti itu? Bangunlah lebih pagi dari biasanya olah ragalah sesudah sholat shubuh jika kamu muslim dan sepertinya aku pun perlu berolah raga agar terhindar dari sakit leher yang menyebabkanku tak bisa nengok dan lebih mirip robo cop.
---------------------------------
Kadipaten


--Djenar Abunetti--
djenarabunetti@yahoo.com
Sent from my Nokia
Baca selengkapnya »

Sakit Gigi

Dunia seolah tanpa warna, semua gelap dan musik termerdu hanyalah sunyi. yah sakit gigi mengubah pandangan, mengubah pendengaran, dan pastinya mengubah pola makan yang sebelumnya sepiring setengah menjadi sepiring seperempat (niat sakit gigi apa gak siiiih? Koq dikit kurangnya). Selain menjadi malas makan sakit gigi juga membuatku malas bicara namun belum mampu membuatku untuk malas online. Tak berlebihan rasanya jika aku mengandaikan mereka yang mengaku wakil tuhan dan jubir tuhan yang hobi teriak sampai ludah muncrat juga mengalami sakit gigi mungkin akan menjadi malas teriak "dia kafir, itu haram, itu bid'ah" dan lainya.
-----------------------------
Kadipaten


--Djenar Abunetti--
sitidjenar@gmail.com
Sent from my Nokia
Baca selengkapnya »

Belanja

Jalanan sedang becek setelah diguyur hujan sore tadi tapi kebutuhan pokok mulai menipis dan tak peduli tanggal, hari apalagi cuaca. lantas dengan kejam sang kebutuhan menekanku dan membuatku mau tak mau harus keluar dari kandang yang hangat dan jalan kaki menuju pasar Kadipaten untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari seperti beras, telur, ikan, bumbu dapur, minyak goreng, sayuran dan memasaknya sendiri agar lebih hemat dan setelah berhemat-hemat lalu punya sedikit uang saatnya menuruti hobi yaitu beli buku. Hemat-hemat dahulu hamburkan kemudian.
-----------------------------------------------
Kadipaten



--Djenar Abunetti--
djenarabunetti@yahoo.com
Sent from my Nokia
Baca selengkapnya »

Salah Menilai

Dengan tersipu akupun masuk dan duduk manis, tak berapa lama bokongku terasa panas duduk di sofa, kue berlapis keju kesukaanku serasa batu, senyum ramah dan tawa renyahnya menghapus sekian banyak hal negatif yang hinggap di pikiranku dan aku jatuh sejak ia berkata 'Masuklah, santai saja ini bukan Jakarta'. Maaf motor sportmu menyilaukanku bu Ely, dalam hati. Kubiarkan diri hanyut dalam aliran ceritanya yang heroik, menukik sesekali menggelitik membuatku tersenyum padahal sepuluh menit yang lalu aku seoalah akan melihat hantu ketika menolak untuk memasuki rumah besar bercat magnolia dengan pagar besi tempa warna merah tembaga.
Ah..kupikir ia angkuh seperti terali garasi ternyata ia selembut karpet di ruang tamu, hangat dengan warna coklat membuatku lupa ia seorang birokrat.
---------------
Kadipaten



--Djenar Abunetti--
sitidjenar@gmail.com
Sent using a Sony Ericsson mobile phone
Baca selengkapnya »

Game, Blog dan Kematian

"Aku tak bisa lari dari game, blog dan kematian". (Djenar Abunetti)

Saya ini buruh bangunan yang suka sekali dengan game, bacaan dan corat coret seperti ini, maka selain belepotan semen keseharian saya bisa ditebak pada tiga hal, kalau tidak main game ya baca buku kalau tidak keduanya ya corat-coret seperti ini kalau tidak ketiganya mungkin saya sudah mati.
--------------------------------
Kadipaten



--Djenar Abunetti--
djenarabunetti@ovi.com
Sent from my Nokia
Baca selengkapnya »

Umur Blog

Sejak Mei 2009 blog ini mengudara ikut memenuhi jagat maya dengan berbagai macam sampah yang sama sekali tak penting dan saya sedang sedih melihat jejak-jejak pikiran dan kelakuan saya sendiri yang terekam dengan jelas dan hingga saat ini tak menunjukan peningkatan apapun yang positif malah bisa dikatakan sebaliknya. Bermenit-menit menelusuri postingan demi postingan saya seperti melihat ragam dosa yang telah saya lakukan dan semua yang terekam belumlah seberapa dari dosa yang sesungguhnya terjadi, lalu saya mencoba bertanya pada diri sendiri apa ini juga salah satu bentuk atau cara (ber)inrospeksi? Entahlah, saya hanya merasa seperti sedang mengorek-ngorek ampas kopi di dasar gelas kaca, dari luar jelas hitam dan saat ampas itu di ujung jari telunjuk nyata lebih hitam dan tak ada rasa enaknya sama sekali, berbeda dengan saat kopi tersebut masih bercampur gula, susu,mocca ataupun ginseng. Mungkin begitulah dosa, enak di awal pahit di akhir seperti yang diceritakan orang-orang bijak dan semua agama mengatakan semua yang berdosa berakhir di neraka, dan saya seperti melihat neraka saya sendiri di blog ini. Blog ini memang baru beberapa tahun dan terpaut jauh dengan usia saya, dan saya hanya sedang menelusuri dosa-dosa saya yang terekam selama empat tahun dan yang tak terekam tentu lebih banyak, tak terhitung dan biarlah rekaman dosa tersebut ada di mega server milik tuhan.
----------------------------
Galuh Timur


--Djenar Abunetti--
sitidjenar@gmail.com
Sent from my Nokia
Baca selengkapnya »

Lirikan Maut











Foto waktu di Pinang Mas, Jakarta Selatan yang selama ini nangkring di draft.
----------------------------------------------
Majalengka, Mars net Cijati

--Djenar Abunetti--















Baca selengkapnya »

Kuli Ngeblog

Di dunia maya ini jarang yang tau kalo gue sebenernya cuma tukang batu atau tukang bangunan selain orang-orang seudik.gak jarang juga mereka suka nanyain "kerjamu apa seh yon di jakarta??" ya kuli bangunan emang orang gak sekola macem gue mau jadi apa seh? jawabku.dulu mungkin gue agak-agak malu ngenalin diri di dunia maya sebagai tukang batu.lagian susah juga membuat mereka yang nanya-nanya jadi percaya kalo gue emang tukang batu.gue seh gak mau ngarang atau boong biar keliatan hebat,gue mau tampil sejujur mungkin sebagaimana gue berusaha jujur di dunia nyata.dan gue mau jadi kuli bangunan yang hobi ngblog pertama (di galuh timur mudah-mudahan belom ada sebelum gue) syukur-syukur di indonesia hahahahah.(ngarep).
gue cuma mau nunjukin kalo kuli juga gak gaptek-gaptek banget,gak semua kuli itu bodoh (soory gue agak marah) hehehee.abis gue pernah liat tivi acara lawakan (gue lupa acara apaan),tapi lawakanya seakan-akan merendahkan orang-orang yang bekerja lebih banyak pake ototnya dari pada otaknya.keberuntungan tukang bangunan emang gak sebesar tenaga yang mereka keluarin buat ndatengin duit,abis mereka gak terkecuali gue cuma bisa jual keringet gak bisa jual gelar apalagi tampang.

**foto lagi benerin lantai di kantor jendela tours & travel.
#diposting menggunakan komputer yang ada di kantor tersebut.



 ---------------------------------------------------------------------------
Jakarta, Radio Dalam

--Djenar Abunetti--

Baca selengkapnya »

Catatan

Dulu banget buku catatan, diary atau notes sangat digemari abege. Gue sendiri suka banget corat-coret tentang apa saja tapi kalau yang ini ( fotonya di sini) gak ada curhatan, ataupun puisi gombal tapi catatan soal komputer, internet dan tetek bengeknya. Kalau ngeliat tahun di sampul buku catatan tersebut artinya gue baru mengenal benda bernama komputer tahun 2008 dan sampai sekarang pengetahuan komputer gue cuma "seupil" (jorok ya??) dan akan semakin tertinggal dengan sendirinya seiring kemajuan teknologi tersebut. Tahun 2004 sebelum gue kenal komputer 'N gak ngerti internet gue cuma tahu hape Nokia tipe 3530 seharga 530 ribu perak (second) yang tebelnya minta maap (ampun) belum kenal blutut cuma ired (infra merah) tapi udah mampu mengakses detik.com itupun cuma baca judulnya doang biayanya selangit gak kayak sekarang ada gratisanya, selebihnya konten game, nada dering dll. Karena waktu itu gue belum tahu istilah internetan, ngenet, OL (online) maka setiap kali buka internet di hape menyebutnya GPRSan. Jadi kalau ada orang punya hape bisa GPRS udah keren banget waktu itu, gak kayak sekarang hape 200 ribu juga bisa ngapain aja. Lucu 'N bikin geli kalau diinget.

Udah kejauhan ke masa lalunya balik lagi ke soal notes ato diary, jaman terus bergerak maju kalo dulu abege cewek suka curhat di diary dan tertutup (suka ngambek ato marah kalo diarynya kebaca (malu kali ya??) maka sekarang curhatanya ingin lebih cepat terbaca (di fb, twit, blog dll) dan justru ngambek kalo gak ada respon. Kalo dulu nulisnya panjang-panjang sekarang cuma beberapa patah kata.

Dulu dan kini memang takan sama, blog ini akan menjadi sesuatu yang lucu suatu hari nanti sebab "kini akan segera dan selalu menjadi dulu".

#ngelantur akibat susah tidur.
---------------------------------------
Majalengka

--Djenar Abunetti--
sitidjenar@ovi.com
Sent from my Nokia
Baca selengkapnya »

Gue Berpulsa Maka Gue Ada

Sedari sore pulsa tinggal sekitar dua ribuan mau beli malas jalanya malah asik ngopi ngedengrin temen gue yang namanya Mudofar ngobrol ngalor ngidul gak jelas, udah gitu temen lainya minta dibikinin akun facebook padahal udah punya cucu mau ngapain facebookan ya??? Buang-buang pulsa aja. Gak berasa udah jam sepuluh lewat banyak, pulsa tinggal seribuan belum lagi download browser Nokia yang versinya lebih tinggi, udah gitu nekat download Texas Holdem Poker 3 sambil jalan ke mini market niatnya mau beli pulsa, itungan gue sambil download gue beli pulsa, download belum selesai pulsa masuk dan ternyata itungan gue salah pasalnya nyampe mini market gue nanya "ada pulsa"? Kasirnya nyaut "udah lewat jam sepuluh gak bisa mas" gue langsung ngloyor di luar gue ngecek masih 'jalan' apa gak proses download file Texas Holdem Pokernya ternyata udah failed lantaran gak ketolong donor pulsa. Gue masih penasaran akhirnya gue nekat jalan ke warnet yang juga jualan pulsa, jam udah deket banget ama angka sebelas rada takut sih bukan takut setan tapi takut dikira maling soalnya gue gak lewat jalan umum gue nerobos gak karuan nyampe warnet ternyata udah tutup. Apes banget ni malem cuma dapet kaget doang sebab di depan warnet ada dogy yang sama kaget untungnya gak ngegonggong mungkin udah apal kali sama bau keringet gue yang suka bolak balik ke situ.

Gue balik lagi ke ruko tiduran ngcek pulsa tinggal 71 perak, ampuuun dengerin musik juga jadi berasa gak ada lagu yang enak padahal semua lagu favorite pilihan gue ngerokok juga gak enak 'coz' gue gak bisa ngapa-ngapain dengan hape tanpa pulsa gak bisa haha hihi bareng temen, gak bisa bikin gondok orang, gak bisa ngegombalin janda gatel, gak bisa ngegodain pacar orang ato bini orang. Kayaknya tanpa pulsa gue malah udah ngurangin dosa yah (ngurangin perbuatan yang nimbulin dosa kali yaaa) mau baca buku novel lagi males akhirnya ya di sini juga larinya buka email ngetik draft buat diposting kalo udah ada pulsanya, yah kalo seorang filsuf pernah mengatakan "aku befikir maka aku ada" kalo gue yang bilang "gue berpulsa maka gue ada."
-------------------------
Majalengka

--Djenar Abunetti--
sitidjenar@ovi.com
Sent from my Nokia
Baca selengkapnya »

Siapa Aku?

Umurku saat ini 33 tahun namun aku belum mampu menjawab pertanyaan dan semacam permohonan "siapa dirimu, tunjukan padaku kamu yang sesungguhnya" yang diajukan kemarin malam oleh teman ngobrol di www.facebook.com, aku cukup kesulitan memuaskan rasa ingin tahunya tentang "siapa aku" dan jawaban standar bahwa "aku duda tanpa anak, buruh bangunan, lulus SD dengan susah payah, anak buruh tani, tinggal di kampung, tidak suka motor lebih suka jalan kaki, suka baca, pecinta wanita dan yang jelas bukan homo" tak cukup menyudahi penasaranya yang kian hari kian bertambah. Dan malam ini aku ingin melanjutkan mencari tahu "siapa aku yang sesungguhnya" yang belum kutemukan dari sekian ratus malam yang kulewati dan semakin lama pertanyaan itu tak selesai hanya dengan jawaban model statistik di kelurahan.

Malam terus merambat pelan, angin berhembus kencang seperti biasanya menerbangkan debu-debu kota Majalengka dan aku ingin terus menulis sedikit lagi tentang hasil dari "pencarian" setengah jam tadi dalam hening dan juga pening yang tak juga menjadi bening. Ketika dalam keheningan dan kepeningan tadi tiba-tiba telepon genggam teman seprofesiku berdering kencang memutarkan nada yang panjang mendatangkan pertanyaan mengapa tidak memakai mode "silent" atau jika memang mau tidur matikan alat tersebut agar tidak mengganggu, haruskah pemberitahuan "matikan HP" seperti di tempat ibadah itu terpasang di sini?. Seketika pertanyaan "siapa aku" yang sedang kurenungkan dan kupikirkan menjadi buyar karena kaget. Dan saat itu juga aku menyadari dan menemukan jawaban "siapa aku", aku adalah jenis pemberang, mudah marah hanya karena sebuah nada dering dan pastinya aku bukan tipe penyabar. Semoga jawaban ini akan memuaskan teman ngobrolku.
-----------------------------
Majalengka

--Djenar Abunetti--
sitidjenar@ovi.com
Sent from my Nokia
Baca selengkapnya »

Narsis

@Lapangan Ramses setelah lebaran 2012, "ngrecokin orang latihan volly"
----------------------------------------------
Galuh Timur


--Djenar Abunetti--
sitidjenar@ovi.com
Sent from my Nokia
Baca selengkapnya »