Kiri

Dulu sekali sekitar tahun 2004, waktu saya baru memiliki telepon seluler saya selalu memegang atau menggenggam, dan mengetik dengan jempol tangan kiri, otomatis kantong atau saku celana yang dipakai untuk mengantongi benda sialan tersebut juga di sebelah kiri, demikian juga telinga yang sering digunakan untuk mendengar pastilah kiri, tentu tidak nyaman menggenggam ponsel dengan tangan kiri dan menempelkannya di telinga kanan. Sampai saat ini tetap seperti itu, saya bukan kidal tapi saya merasa nyaman dengan "kiri" tersebut.

Bukan hanya ponsel, saya juga merasa nyaman dengan pundak atau bahu kiri untuk meletakan gagang senapan angin (senapan untuk menembak burung, atau bajing) dan telunjuk tangan kiri menarik pelatuknya, dan mata kiri untuk mengincar sasaran, menurut saya pasti akan jadi kacau jika senapan di pundak kiri mengincar sasaran dengan mata kanan dan menarik pelatuknya dengan jari telunjuk tangan kanan. Kiri dan kanan dalam hal ini hanya soal kenyamanan, relatif, tak ada aturan bakunya. Berbeda dengan persoalan setir kiri dan setir kanan masing-masing tergantung peraturan suatu tempat, tak peduli kita nyaman atau tidak.

Pernah seorang teman menanyakan soal ponsel tersebut, "mengapa harus di tangan kiri??, seperti calon penghuni surga lainnya saya menjawab "tangan kananku hanya untuk menerima catatan amal baik", "apa hubungannya ponsel dengan catatan amal baik?, "tidak ada hubungannya sama sekali, aku hanya berpikir mungkin itulah jawaban yang paling nyaman untuk telingamu".
--------------------------------
Taman Semanan Indah, Jakarta.


--Djenar Abunetti--
djenarabunetti@yahoo.com
Sent from Nokia Windows Phone

0 comments: