Keluyuran
Tragedi sabtu ini dimulai dari jam delapan pagi setelah mengalami kompor ngadat, air mati, utak-atik kompor menyebabkan badan belang hitam sementara telur ayam telah dipecahkan dalam wadah untuk disulap jadi dadar. Dengan sangat kepayahan akhirnya kompor bersedia membantu, telur resmi jadi dadar,.....jiahhhh asinnya minta ampun, benar-benar tragedi nih, gagal sarapan. Dengan kondisi seperti ini kami sepakat melarikan diri ke Majalengka tanpa cuci muka apalagi mandi, untuk menemui mang Dadang mengajaknya menjala ikan di kali.
Dengan ongkos 3000 ribu rupiah perkepala dari polsek Kadipaten sampailah di Cijati Majalengka, tanpa kesulitan membujuk mang Dadang yang memang hobi nyari ikan akhirnya kami berempat (gue, dadang, nandol, lison) menuju kali Cijurai[y], papan penunjuk jalan mengatakan Jl. Petaking, Munjul, dari sini kami masuk menuruni jalan yang super curam sebelum akhirnya melewati jembatan dan turun ke kali tersebut berenang dan belajar menjala ikan, ternyata sulit juga melempar jala kelihatanya mudah, kusut terus gak mau melebar tuh jala. Lagi asik melempar jala terdengar klakson dari jembatan 'tetet tetet, woiiiiii.......suruh kerja malah maenan kali' sambil geleng kepala, ajib,...... itukan si Wawan bagian pemasaran kenapa bisa ke sini mau kemana dia, kami hanya tertawa.
Tak ada satupun ikan yang berhasil didapat, kami nyerah udah kedinginan, tiga orang tua setempat yang lewat membawa jala juga belum ada hasil, arusnya terlalu besar atau deras katanya, kami balik lagi ke rumah mang Dadang, ngopi, ngobrol tak jelas juntrunganya.
----------------------------
Kadipaten
--Djenar Abunetti--
djenarabunetti@nokiamail.com
Sent from my Nokia

