Masjid Masa Depan

Lelaki setengah baya menghampiriku, tersenyum, menawarkan rokok mild dan bertanya bagian-bagian masjid yang sedang kukerjakan, sejenak kuhentikan pekerjaan pemasangan batu bata, menyulut rokok dan mengikuti ajakanya berkeliling menunjukan bagian-bagian masjid yang ia ingin ketahui.

"ini ruangan apa saja mas..." ia menunjuk ruangan-ruangan di depanya.
"ini tempat wudhu laki-laki dan sebelah kiri tempat wudhu perempuan, dan ini ruang perlengkapan sound system, audio video serta komputasi"
"untuk apa saja mas?"
"ruang audio video dan komputasi, agar kegiatan di dalam masjid terekam dan langsung terhubung ke internet memungkinkan istri bapak bisa memastikan bapak sholat jum'at atau tidak melalui chanel di youtube, didukung empat kamera beresolusi tinggi di tiap sudut ruang utama dan tahu ayat apa saja yang dibaca imam serta tema khotbah yang dibawakan khotib, baik melalui youtube, twitter atau facebook dan semua kegiatan akan dicatat di website www.masjidmasadepan.com, tapi maaf website dalam proses maintenance jadi belum bisa diakses saat ini.

Ia mengangguk, memahami penjelasanku kami melangkah ke bagian depan, ia menanyakan untuk apa saja halaman seluas ini, aku menjelaskan semampuku bahwa nanti ada semacam rest area atau kafe bersertifikat halal dengan fasilitas wifi atau hotspot untuk para jamaah yang lelah berzikir, itikaf atau sekedar menunggu teman, parkir dengan system paling mutakhir, bisa digunakan saat perayaan hari raya, maulid nabi, buka bersama dan bisa dibooking untuk acara pribadi atau instansi.

"apa yang serba gemerlap itu tidak mengganggu kekhusyuan saat beribadah?" ia bertanya penuh selidik.
aku terdiam sejenak, tak menduga ia akan bertanya seperti itu "aku hanya tukang bangunan yang tak tahu agama, tapi apakah jika kita beribadah di dalam hutan, di dalam gua-gua di atas gunung yang sepi dan jauh dari hiruk pikuk dan gemerlapnya lampu-lampu display menjamin kita terbebas dari godaan kita sendiri?"

kami terdiam, memandang masjid yang setengah jadi dan kotak amal yang kosong.
--------------------------
Kadipaten


--Djenar Abunetti--
djenarabunetti@yahoo.com
Sent from my Nokia