Sakit Leher

Pagi ini terasa lebih dingin setelah dari kemarin kota Kadipaten dan sekitarnya diguyur hujan. Matahari seperti malas keluar dari sarungnya yang kumal dan berbau sementara ibu-ibu paruh baya sudah mondar mandir jogging dengan seragamnya asik tertawa dan bergosip dan sebentar lagi ibu berkacamata, berjaket plastik hitam, bercelana biru dan mengenakan sepatu putih bergaris biru kuning yang tak termasuk kelompok ini akan segera melintas di depan tempat tinggalku, keluar komplek, memutar dan muncul lagi melewati jalan yang belum diaspal dan tepat jam delapan akan melintas di depan masjid yang sedang kubangun melempar senyum ramah dan bertanya "bisa lewat?" dan jika ada ibu penggembala domba di samping masjid bertopi lebar berbaju kotak-kotak ia akan berbincang beberapa menit, yah itu karena komplek ini bersinggungan langsung dengan lahan petani setempat dan dugaanku komplek ini berdiri di atas lahan pertanian atau ladang yang digusur. Aku sudah dua minggu di komplek Griya Prima Pesona Kadipaten membangun masjid untuk warga komplek ini, maka aku mulai hafal dengan kebiasaan warga komplek ini. Dan aku tahu setiap minggu pagi juga ada senam di halaman kantor pemasaran dengan dua instruktur muda yang tentunya cantik dan sexy dan satunya ganteng, kamu ingin seperti itu? Bangunlah lebih pagi dari biasanya olah ragalah sesudah sholat shubuh jika kamu muslim dan sepertinya aku pun perlu berolah raga agar terhindar dari sakit leher yang menyebabkanku tak bisa nengok dan lebih mirip robo cop.
---------------------------------
Kadipaten


--Djenar Abunetti--
djenarabunetti@yahoo.com
Sent from my Nokia