Tampilkan postingan dengan label Bookcase. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bookcase. Tampilkan semua postingan

Orang dan Bambu Jepang



Saya kesulitan untuk berhenti membaca buku ini, catatan demi catatan keseharian dengan bahasa yang ringan dan tampak biasa menjadi bukan catatan biasa lagi. Jepang begitu memukau, wajar bila sampai saat ini Jepang masih mampu "menjajah" kita. Tak salah saya membeli buku ini di planet Senen, planet yang membesarkan banyak penyair. Salut untuk orang Jepang dan Bang Ajip.

Orang dan Bambu Jepang, Ajip Rosidi, Pustaka Jaya, 2003, 208 halaman.
-------------------------
Jakarta, Pasar Pagi.


--Djenar Abunetti--
djenarabunetti@yahoo.com
Sent from Nokia Windows Phone
Baca selengkapnya »

Murah

Buku-buku murah ini lumayan juga untuk menemani teh tubruk di minggu sore tadi usai gerimis, harganya sangat murah malah lebih murah dari sebungkus rokok, yang pertama cukup sepuluh ribu rupiah, kondisi masih segel sementara yang kedua delapanbelas ribu rupiah kondisi bekas pakai, sama dengan harga sekilo telur ayam negri. Jadi, duapuluh delapan ribu rupiah dapat dua buku, coba uang segitu dibelikan rokok, tidak sampai dua hari sudah habis, dan tidak menyisakan apapun selain racun yang tertinggal di dalam dada.

Asal tidak kena air, kena api atau kena maling tentu awet biarpun murah. Rokok meninggalkan racun di dada, buku meninggalkan racun di kepala, meninggalkan untung pada penjualnya di Blok M Square.
****************************


A. Gelombang Kematian, Media Pengobar Genosida Rwanda diterbitkan Katakita, 295 halaman, judul asli Broadcasting Genocide.

B. Wanita dan Media, Konstruksi Ideologi Gender Dalam Ruang Publik Orde Baru diterbitkan Rosdakarya, 450 halaman, cetakan pertama April 1998.
------------------------------------
Jembatan Dua, Jakarta.


--Djenar Abunetti--
djenarabunetti@yahoo.com
Sent from my Nokia
Baca selengkapnya »

Libur Minggu

Minggu pagi nunggu kabar si Dekill sampai jam sepuluh, pikiran udah gak tenang berkeliaran penuh tanda tanya "jangan-jangan" , hati mulai jengkel, kalau tahu gini pasti kupilih masuk kerja aja selain lebih hemat karena tidak kemana-mana juga sudah pasti ada masukan, lumayan untuk biaya dapur seminggu. Apa mau dikata inilah nasib, hati sudah niat libur tapi si Dekill gak ada kabar sementara hari udah cukup panas mau masuk kerja udah kesiangan maka muncul ide ngajak jalan Ririn, untungnya Ririn acara minggu ini cuma service motor, tanpa pikir lagi gue meluncur ke stasiun Kota, beli tiket commuter line, meluncur ke Bekasi lalu ke Grand Mall, yang penting minggu ini ada acara, titik! Kebetulan Iron Man 3 sudah mulai tayang. Jadi deh nonton sama Rindulz :-D.

(Males bahas filmnya :-D, gak seru sih). Setelah selesai nonton keliling toko buku (ampun tuh toko tata letaknya gak beres banget) setelah nemu yang bagus (menurutku, padahal belum baca, sok tau banget) dilanjut makan sambil (kebiasaan orang-orang nih) membahas apa yang baru dilihatnya, lucu kan? Sampe menjelang maghrib sambil ngecharge hape yang kehabisan energi (untungnya Rindulz bawa power bank, semacam tempat nyimpen atau membawa setrum :-D) jam tujuh gue meluncur ke stasiun Kranji. Pulang dengan hati riang, halah.

Puisi dan Bulu Kuduk, ditulis atau dikarang (yang bener yang mana sih) oleh Acep Zamzam Noor, diterbitkan oleh Nuansa, cetakan I Juni 2011, 290 halaman. Lumayan jadi teman dari nunggu commuter line di stasiun Kranji sampai stasiun Kota, meski di dalam commuter gue tertidur :-D dan sempat dibangunkan sama petugas karcis, kedua sama petugas juga sebab kereta udah nyampe stasiun Kota gerbong udah mau kosong gue masih mimpi jadi Iron Man.
------------------------------
Jembatan Dua, Jakarta.


--Djenar Abunetti--
djenar.abunetti@gmail.com
Sent from my Nokia
Baca selengkapnya »

Tua dan Lupa

Waduh saya lupa data tentang buku ini tapi yang jelas saya sudah selesai membacanya, selain enak dibaca dan tidak membuat kening berkerut sepertinya buku ini cocok untuk jadi kitab tambahan untuk membuka pikiran-pikiran yang kolot dan berkarat. Dan kupikir Ayu Utami takan marah jika karyanya dibaca kuli bangunan sepertiku. Maaf A, aku telah membaca karyamu dan menyukainya lalu ingin berbagi rasa suka itu dengan memberikan pada temanku, Killila, selain itu juga untuk mengurangi isi tas yang semakin berat dari hari ke hari. Ah, aku semakin tua, cepat lelah dan mudah lupa rupanya.
-----------------------------------
Jembatan Dua, Jakarta.


--Djenar Abunetti--
djenar.abunetti@gmail.com
Sent from my Nokia
Baca selengkapnya »

Hilang

Sungguh aku tak ingin meninggalkanmu di jok bus waktu itu sepulangnya dari bandara, apalagi melupakan pemilikmu, Killila.
---------------------------
Jembatan Dua, Jakarta.

*kram otak, lagi gak bisa nulis catetan.


--Djenar Abunetti--
djenar.abunetti@gmail.com
Sent from my Nokia
Baca selengkapnya »

Kebetulan

Ada begitu banyak kebetulan di dunia ini, entah itu yang betul-betul kebetulan atau kebetulan yang awalnya hanya dibetul-betulkan dan perlu dibetulkan kebetulanya. Betul apa betul? Mau tidak mau jawaban betul itulah yang akan keluar dari pikiranmu sebab kata betul sudah masuk ke alam bawah sadarmu bahwa itu memang betul tanpa perlu bertanya lagi. Dan saya kali ini betul-betul sok tahu, betul?

Betul, kali ini saya akan membetul-betulkan kebetulan yang tidak betul sama sekali dan tidak betul jika kebetulan ini dianggap betul-betul kebetulan. Kebetulan tersebut ketika saya betul-betul mengalami kosongnya perut yang entah betul entah tidak betul umumnya disebut "rasa lapar", lalu saya berjalan dengan betul (artinya tidak sempoyongan, pura-pura pincang atau pura-pura cacat agar di kasihani dan lainya) melewati jembatan penyebrangan orang (tidak betul sama sekali jika JPO dilalui motor untuk memotong jarak atau memutar), dan di depan saya ada orang yang berjalan lalu saya menjepretkan kamera. Ckreeek.

Betul sekali, handphone kembali saya masukan ke kantong jaket jeans yang betul-betul punya saya dan betul-betul saya beli dengan uang sendiri, saya melanjutkan perjalanan ke tenda biru (entahlah saya agak ragu, betul-betul biru atau hanya kebiruan) setelah betul-betul sampai, pesan makanan yang betul-betul makanan (artinya bukan makanan imitasi atau tiruan, pernah melihat buah tiruan? Dulu saya hampir menggigitnya karena tidak tahu itu buah imitasi yang terbuat dari plastik), makan sampai betul-betul kenyang. Dan pulang dengan betul (artinya tidak mampir kesana kemari).

Sesampainya di basecamp saya duduk membuka-buka handphone melihat foto-foto yang betul-betul ngawur (artinya asal jepret, apa saja difoto, mirip bocah kalau betul-betul dipikir) satu foto mengingatkan cover buku yang saya beli beberapa hari yang lalu. Jreng-jreng "Koq mirip ciiiiii.." pikirku setelah betul-betul melihat cover buku tersebut. Betul-betul maksa.

*Dunia pasca Manusia, menjelajahi tema-tema kontemporer filsafat teknologi, ditulis atau dikarang oleh Budi Hartanto diterbitkan oleh Kepik, cetakan pertama Februari 2013, 140 halaman dibeli di Gramedia Melawai, Blok M saat hati sedang galau, dibaca oleh siapa saja yang berminat membacanya.
-----------------------------------------
ex Wisma Timah, Pancoran, Jakarta.


--Djenar Abunetti--
djenar.abunetti@gmail.com
Sent from my Nokia
Baca selengkapnya »

Abdul Hadi WM

Antologi puisi Tuhan Kita Begitu Dekat.

--Djenar Abunetti--
djenarabunetti@yahoo.com
Sent from my Nokia
Baca selengkapnya »

Citizen Journalism


Citizen Journalism ditulis oleh Pepih Nugraha diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas, Oktober 2012, xvi + 192 halaman, itu sedikit info buku yang baru saja saya beli di toko buku Gramedia, Grage mall Cirebon kalau soal isi saya belum tahu, sebab saya sendiri belum membacanya dan belum tentu juga setelah selesai membacanya saya bisa menjelaskan isi buku ini, dan masih ada kemungkinan yang lainya yang paling dekat atau paling besar yaitu; saya tak bisa memahaminya karena saya membaca buku hanya agar cepat ngantuk. Maka beli sendiri saja buku tersebut jika penasaran.
-----------------------
Cirebon, Talun.


--Djenar Abunetti--
djenarabunetti@yahoo.com
Sent from my Nokia
Baca selengkapnya »

Dingin


Heran, malam ini lebih dingin dari biasanya padahal kurang dari lima menit lagi jarum jam baru akan melintasi angka sembilan tapi kaus kaki, kupluk dan jaket sudah melekat erat di posisi masing-masing. Radio dangdut menyala pelan mengiringi kopi menuju dingin dan sebentar lagi batang-batang rokok kretek menjadi tumpukan puntung menemani halaman demi halaman buku filsafat yang kukunyah dengan alot lantaran makna bahasa yang begitu liat dan gigi pengetahuanku rapuh dan berlubang. Meski begitu aku tetap keras kepala, sudah tahu buku filsafat tak serenyah wafer tapi beli lagi-beli lagi baca lagi dan baca lagi, mirip makan sambel kepedesan tapi besoknya makan lagi meski kadang juga menyebabkan mencret.
----------------------------------
Cirebon, Talun


--Djenar Abunetti--
djenar.abunetti@gmail.com
Sent from my Nokia
Baca selengkapnya »

The Art of Drinking

"....minumlah dengan seksama atau dirimu akan terminum. Sebab hidup selalu menyimpan haus yang lebih dari sekedar menuntaskan dahaga..."

saya suka kalimat ini, kalimat yang sederhana namun juga dalam, dan tak selesai direnungkan dalam satu jam. Buku yang sungguh berbeda, membahas hal biasa, hal yang terjadi setiap hari yaitu minum menjadi hal yang luar biasa. The Art of Drinking, ditulis oleh Sumirat Lohjati, diterbitkan oleh Imortal Publisher menjadi layak kumiliki untuk memenuhi hasrat lemari yang terus menganga menahan haus akan buku-buku bagus.

Hidup memang tak harus asal "tenggak".
-----------------------------------
Galuh Timur

--Djenar Abunetti--
djenarabunetti@nokiamail.com
Sent from my Nokia
Baca selengkapnya »

Kosong

Selepas isya Galuh Timur gerimis, sepi sekali malam ini, rumah juga sepi bapak lagi ada acara selamatan tingkeban empat di rumah mang Suganda (Ganda), ibu tidur, adik lagi ke rumah mertua, aku? Dari pada mlongo pinjam buku sama Ahong, dan harus rela nunggu lama beliau (hahaha) keluar dari mushola yang berada di sebelah timur rumahku, mushola yang tak pernah kumasuki sejak aku mengalami penurunan iman yang cukup drastis (hahaha, payah gue).

Entahlah sepertinya aku mulai membutuhkan cinta dan menyadari jalanku telah salah dan terlalu jauh selama ini, tentu sangat tidak mungkin aku bisa terus bertahan sendiri di kamar bersama setumpuk bualan bernama buku filsafat, agama, sastra, politik, psikologi, komputer dll.

Ada ruang kosong dalam diriku yang sulit kujelaskan mengapa ruang tersebut kosong. Damn.
-------------------------------
Galuh Timur


--Djenar Abunetti--
djenarabunetti@nokiamail.com
Sent from my Nokia
Baca selengkapnya »

Kamus Sastra

Malam minggu keluyuran di pasar malam nemu lapak buku murah, pilih-pilih nemu Kamus Sastra yang kebetulan belum punya, murah bagus pula kalau di toko buku bisa dua kali lipat harganya, lumayan buat menuhin lemari di rumah.
-----------------------------
Kadipaten


--Djenar Abunetti--
djenarabunetti@nokiamail.com
Sent from my Nokia
Baca selengkapnya »

Dogma?

Teman dalam perjalanan menuju Kadipaten, Jawa Barat 'Keluar dari penjara dogma' dan jagung rebus. Apakah jagung rebus sebuah dogma? Entahlah, tapi kurasa dogma sama murahnya dengan jagung rebus, dijual dengan sistem obral, diskon atau malah kiloan, termasuk dogma 'keluar dari penjara dogma' itu sendiri.
----------------
Kadipaten


--Djenar Abunetti--
sitidjenar@gmail.com
Sent using a Sony Ericsson mobile phone
Baca selengkapnya »

Setelah Hari Keenam

--Djenar Abunetti--
djenarabunetti@yahoo.com
Sent from my Nokia
Baca selengkapnya »

The Inspiring Criminals

"Apakah saat dipenggal nanti, saya dapat mendengar suara semburan dari leher saya walaupun hanya sesaat? Jika bisa, itu merupakan kenikmatan terakhir yang dapat melengkapi hidup saya." (Peter Kurten, 1883-1931, sesaat sebelum dieksekusi mati)
--------------------------
Galuh Timur


--Djenar Abunetti--
djenar.abunetti@gmail.com
Sent from my Nokia
Baca selengkapnya »

Puisi Lama


--------------------------
Majalengka

--Djenar Abunetti--
sitidjenar@gmail.com
Sent using a Sony Ericsson mobile phone
Baca selengkapnya »

Novel Di Hape

Senangnya aku hari ini karena sekarang aku bisa membaca novel My name is red karya Orhan Pamuk penulis yang berasal dari Turki pemenang nobel sastra tahun 2006 di hape jadulku padahal sebelumnya hanya punya ebook dan beberapa novel Orhan Pamuk lain yang kusimpan di flashdisk dan hanya bisa membacanya saat ke warnet. Dan di saat ke warnet itulah aku mengupdate 'keluhan' di facebook 'repotnya punya ebook tapi tak punya laptop' seorang teman kemudian menanyakan 'emang gak punya file Jar-nya ya? Kubalas saja 'belum nemu' lantas teman tersebut meminta emailku untuk dikirimi novel tersebut dalam bentuk file Jar dengan senang hati kudownload file yang kurang dari satu megabyte tersebut. Terima kasih banyak Mas Agus (Sang Pejalan).
-------------------------
Majalengka


--Djenar Abunetti--
djenar.abunetti@gmail.com
Sent using a Sony Ericsson mobile phone
Baca selengkapnya »

Buku Pinjaman

Semalam pinjam bukunya Ahong tapi belum sempat dibaca

*test posting pakai Nokia Asha 311, ternyata oh ternyata....
---------------------------------------
Galuh Timur


--Djenar Abunetti--
djenar.abunetti@gmail.com
Sent from my Nokia
Baca selengkapnya »

Ning

Kumpulan sajak 1994-2004
Téddy A.N. Muhtadin
Girimukti Pasaka, Cet-1 Jan 2008, 53 halaman.


*KOTA

seuseukeut péso ngabesét waruga bapa
nurih kubur-kubur para karuhun
tapi taya tulang-tulang bapa
taya jiwa-jiwa bapa
di lulurung-lulurung nadi bapa ngawangun
gunungan runtah tanpa sajarah


**DI JALAN MERDÉKA
: nu ngalungsar teu kageteran


aya embi aya mamang ngariutkeun payung tasik
nyalingker dina sela dada-dada
laju jeruk-jeruk balon-balon burakrakan
aisan udar beungkeutan leupas tina angkeuhan

ieu jalan merdéka
jalan raja-raja




*halaman 15
**halaman 26
-------------------------
Majalengka


--Djenar Abunetti--
djenar.abunetti@gmail.com
Sent using a Sony Ericsson mobile phone
Baca selengkapnya »

Picnic

Kumpulan sajak Karno Kartadibrata, Kiblat Buku Utama, Cet I Jan 2009, 42 halaman.


Tenggelam


Tidakah hatimu runtuh
mengalir sungai di tengah kota
jembatan tenggelam setengahnya
dan toko rubuh
dan bank rubuh.
Bata demi bata tenggelam
dan paling akhir jam.
Diangkat setelah terbenam
masih bernafas
masih berdendang:
di manakah orang yang suka lalu lalang itu?
-----------------------------------
 Majalengka


--Djenar Abunetti--
djenar.abunetti@gmail.com
Sent using a Sony Ericsson mobile phone
Baca selengkapnya »