Tua dan Lupa

Waduh saya lupa data tentang buku ini tapi yang jelas saya sudah selesai membacanya, selain enak dibaca dan tidak membuat kening berkerut sepertinya buku ini cocok untuk jadi kitab tambahan untuk membuka pikiran-pikiran yang kolot dan berkarat. Dan kupikir Ayu Utami takan marah jika karyanya dibaca kuli bangunan sepertiku. Maaf A, aku telah membaca karyamu dan menyukainya lalu ingin berbagi rasa suka itu dengan memberikan pada temanku, Killila, selain itu juga untuk mengurangi isi tas yang semakin berat dari hari ke hari. Ah, aku semakin tua, cepat lelah dan mudah lupa rupanya.
-----------------------------------
Jembatan Dua, Jakarta.


--Djenar Abunetti--
djenar.abunetti@gmail.com
Sent from my Nokia