Kartijem

Kartijem menenteng termos kopi, bergelantungan di metro mini, menunggui lapak terasi, tak peduli emansipasi, hegemoni laki-laki. Baginya, termos kopi, metro mini, dan lapak terasi lebih berarti dari sekedar seremoni hak asasi, sebab perut kosong tak cukup dibebat kain kebaya dan konde melati. "perut kami tak mengenal kata padat berisi, aturan porsi dan ahli gizi".

Kartijem berbecek-becek di amisnya pasar ikan, di wanginya hotel, dan di remangnya night club, dengan tukang besek, pemburu kursi becek, dan pemuda biseks.
"*aku wanita masa kini, tak ingin dijajah laki-laki". Kartijem membecekkan dunia yang sudah becek, cek, seks, cek, seks, cek, cek, cek, seks, seks, seks. Seksecekecek.
-------------------------------------
Jembatan Dua, Jakarta.

*lirik lagu dangdut tapi tidaktahu judulnya.

--Djenar Abunetti--
djenar.abunetti@gmail.com
Sent from my Nokia