Gagal Nyenyak

Saya sering mengalami banyak kegagalan-kegagalan yang sangat memalukan untuk orang setua ini, di antaranya gagal jadi pria romantis, gagal jadi pria puitis, gagal jadi manusia filosofis, gagal mirip artis, dan gagal jadi warga negara yang humoris namun sebenarnya ada yang lebih memalukan adalah saya gagal memelihara kumis agar tampak sadis seperti Hitler atau Stalin karena saya memang lebih menyukai wajah bersih agar tampak klimis. Tapi belakangan ini saya sedikit terhibur oleh ungkapan teman saya, Killila, "terima nasib saja om, jadi dirimu sendiri" ketika saya menanyakan apakah saya termasuk golongan romantis atau yang humoris? Celakanya, menurut Killila saya tidak masuk golongan yang dua itu, golongan yang lebih banyak memikat gadis-gadis, yang ketiga mungkin yang puitis disusul yang mirip artis dan yang filosofis dianggap sudah finish. Jika ini salah itu jadi kegagalan saya berikutnya, gagal jadi analis! Setidaknya saya gagal memaknai kata romantis, puitis dan filosofis yang lebih parah gagal setia (becanda :-D :-P)

Kali inipun saya sedang mengalami kegagalan, gagal tidur lebih nyenyak dan kemungkinan besok saya gagal bangun lebih pagi berikutnya gagal ke pergi ke pasar membeli sayuran. Tapi tak semua kegagalan itu menyebalkan, kegagalan bisa saja menyenangkan, kadang saya menyukai gagal tidur nyenyak seperti sekarang sebab saya bisa menulis catatan tanpa gangguan SMS, telepon, whatsapp, atau Line (Line saya djenar_abunetti, promosi) yang tak penting.

Tadi siang saya juga gagal menyelesaikan pekerjaan dikarenakan hujan turun lebat, dan itu biasa sebab menangkal hujan diluar kemampuan saya. Maka atas nama kegagalan saya ingin mengutip kata bijak "kegagalan adalah cara tuhan menguji kesungguhan kita". Dan selesai menulis catatan ini saya tak ingin gagal tidur lagi setelah gagal tidur sebelumnya saya tambah dengan segelas kopi gratisan berslogan "bongkar kebiasaan lama" akan tetapi saya sama sekali tak ingin membongkar kebiasaan lamaku, menulis semaunya dan "bongkar pasang" teman wanita (becanda juga :-P :-D)
----------------------------
Jembatan Dua, Jakarta.


--Djenar Abunetti--
djenar.abunetti@gmail.com
Sent from my Nokia