Mereka berteriak, menendang ataupun menyundul bola plastik putih di lapangan yang hanya cukup untuk bermain badminton, lapangan sekecil itu menjadi penuh pemain dan sedikit ruang untuk bergerak. Sesak, berdesakan dan jangan-jangan mereka berkeringat karena sesak, bukan karena bergerak dan yang lain menunggu giliran bermain di tepi lapangan dengan rasa yang sama, sesak.
Orang kota tak punya ruang gerak yang cukup dan mereka berlari ke tembok-tembok menyalurkan energi lebih untuk melawan dan menciptakan ruang di dalam ruang yang memang sudah menyempit, menghimpit.
----------------------
Pancoran Barat, Wisma Timah
*sepak bola di Wisma Timah
*grafiti di PJMI, Bintaro Jaya sektor 3
--Djenar Abunetti--
djenar.abunetti@gmail.com
Sent from my Nokia

