Terompet

Terompet, benda ajaib ini lebih sering muncul dalam jumlah banyak di akhir tahun dalam rangka menyambut tahun yang baru. Seolah tanpa terompet tahun baru tak jadi datang atau tahun baru tak ceria, padahal keceriaan yang dibawa terompet hanya terjadi pada wajah pendengar aktif (penuip juga penikmat terompet) dan penjual terompet sebelum pukul 00:00 lewat dari itu siapa yang mau membeli? Bagi pendengar pasif (tak ikutan meniup) hanyalah sumpek, bising.

Terompet memang ajaib, menyenangkan di pangkal dan menjengkelkan di ujungnya, tentu karena suara yang keluar dari ujungnya sangat mengganggu orang yang sedang tidur tetapi menyenangkan peniupnya. Di beberapa tempat ada rambu-rambu bergambar dilarang membunyikan terompet, lebih tepatnya klakson.

Polusi bukan hanya soal zat yang keluar dari benda berbentuk terompet (knalpot) dan terhirup melalui udara tapi juga suara dari benda berbentuk knalpot (terompet) dan masuk ke telinga. Maka knalpot atau pun terompet dalam hal ini esensinya sama, sumber polusi. Dan sungguh celaka jika keduanya ada di saat yang sama, di malam tahun baru. Berapa zat dari kenalpot yang terhisap dan berapa db (desibell) suara yang masuk ke telinga? Bonus petasan dan kembang api.

Entah siapa yang memulai kemudian membudayakan menyambut tahun baru dengan meniup terompet, mengapa tidak meniup ban kempes saja? Siapa tahu bengkel-bengkel motor akan merekrut para peniup terbaik dan membayar lebih dari karyawan lain, hitung-hitung penghematan energi kompresor yang tak cukup diisi air, atau segelas kopi hitam dan goreng pisang. Dan masih ada benda lain yang berbentuk sama selain knalpot dan terompet, yaitu toa atau pengeras suara yang (maaf) ada di masjid-masjid dan terkadang tak digunakan sebagaimana mestinya.

Jika akhir tahun atau awal tahun dilepas dan disambut dengan terompet demikian juga dengan dunia, dilepas dan menyambut kelahiran kembali kehidupan akhirat (kiamat) dengan terompet malaikat. Terompet, knalpot atau pun toa adalah agama dengan kiblat masing-masing dengan hasil yang sama, bising.
-------------------------------------------
Angke, Jakarta

--Djenar Abunetti--
djenarabunetti@yahoo.com
Sent from Nokia Windows Phone.

0 comments: