OTW

18/12/2013
8:03

Jakarta mendung pagi ini, seperti biasa saya berangkat kerja dengan kendaraan umum favorite saya, Transjakarta, menuju Tanjung Priuk dari halte Stasiun Jakarta Kota. Lumayan dapat tempat duduk, biasanya sudah penuh, hari ini berangkat agak siang karena memang kesiangan tapi artinya saya punya waktu sekitar satu jam untuk menulis catatan harian, atau membaca buku yang setiap hari saya bawa untuk mengusir bosan di saat macet dan saya sedang membayangkan seandainya semua orang naik busway, commuterline atau yang lainnya dan semua orang menulis catatan perjalanannya yang lebih panjang dari "OTW" atau menulis tentang apa saja dalam perjalanannya pastilah akan ada banyak cerita yang bisa dihadirkan, sekian puluh atau malah sekian ribu cerita perhari, berapa setahun? Mungkin cukup dijadikan buku cerita yang setebal Tembok China.

Saya juga sedang membayangkan juga jika semua orang sibuk menulis, atau membaca takan ada yang sempat melakuan pelecehan seksual, mencopet dan segala hal yang buruk, tapi tentunya juga takan muncul cerita sejenis itu (cerita tentang mencopet, pelecehan seksual dan kejahatan lain). Tentu juga akan ada banyak jenis tulisan meski dalam satu bus, dari unek-unek sampai puisi terpendek berjudul OTW.

Bayangan lainnya muncul di kepala untuk membuat semacam tempat berbagi pengalaman tentang kendaraan umum ini, berbagi cerita tentang busway. Dan pagi ini saya bisa menulis catatan dalam busway karena sangat tidak biasa saya mendapat tempat duduk di busway koridor 12 ini, bisa masuk saja sudah bagus, artinya kendaraan ini semakin banyak peminatnya hanya saja penumpang belum bisa tertib. Lain dulu lain sekarang, dulu waktu masih baru, busway seperti tak ada peminatnya sekarang semua orang menyukainya.

Hujan di luar, bus sedikit bocor di gerbong untuk pria, gerbong belakang deretan kiri depan, kaca tampak dialiri air hujan, seperti cover sebuah buku yang entah apa judulnya sepintas pernah melewati lini waktu facebook saya, indah memang dan saya berpikir apa jangan-jangan pembuatnya naik busway juga? Ah tapi kaca dengan pemandangan seperti itu bisa di mana saja, di rumah sendiri, rumah pacar, rumah tetangga atau malah di rumah seteru kita.

Beberapa orang terkantuk-kantuk, lainnya tertidur dan bermimpi tentang Jakarta yang lebih rapi atau tentang Indonesia yang lebih baik mungkin juga dunia yang lebih damai, entahlah semoga saja mimpinya indah dan nanti jika terbangun dan turun di halte tujuan segera ia akan mewujudkan mimpi-mimpinya dengan turun tak berdesakan.

Ah, bukankah dunia hanya mimpi? Sebagian orang meyakini semuanya hanya mimpi yang lain percaya setengah mati ini nyata. Tapi bagiku keduanya tidaklah penting, lalu apa yang penting bagiku? Entahlah sepertinya saya bukan pemimpi dari sekian banyaknya pemimpi, saya hanya bagian dari tim hore dari sekian juta tim yang ada di dunia ini, tim hore yang akan selalu berteriak entah kalah dan entah menang setidaknya berteriak untuk menghibur diri sendiri semacam onani, atau masturbasi. Pemberhentian terakhir sebentar lagi.
-----------------------------------------------
Koridor 12, Pluit-Tanjung Priok.

--Djenar Abunetti--
djenarabunetti@yahoo.com
Sent from Nokia Windows Phone.

0 comments: