Enaknya jadi ustadz di abad kloset ceramah cukup posting kalimat-kalimat bijak sesekali copy paste ayat suci dan hadis di fanspage facebook, twitter atau blogspot serta wordpress. Bisa sambil makan, menikmati kopi dan pisang goreng, rebahan atau malah nangkring di kloset.
Ustadz abad kloset tidak perlu mencontohkan atau mempraktekan ucapanya sebab tidak ada yang tahu selain diri dan akunya, jamaah belum tentu melihatnya malah mungkin jamaah tidak pernah mengenalinya jika bertemu di jalan, boro-boro mengucap salam, melirik saja tidak.
Menjadi jamaah atau umat juga tak kalah enak, sama seperti yang dilakukan penceramahnya, bisa mengikuti khotbah ustadz favorite sambil mojok, sambil e'e, nonton film atau malah sambil onani.
Menjadi jamaah untuk mendapat pahala berlipat dan masuk surga cukup meretweet, like page dan membaginya di wall, tak perlu melakukan apapun meski adzan di mushola sudah mengundang yang penting "share", "retwit" ucapan ustad yang hasil copy paste.
Sebenarnya kita ini hamba tuhan apa hamba akun?
-----------------------------
Galuh Timur
--Djenar Abunetti--
djenar.abunetti@gmail.com
Sent from my Nokia