Cuaca sore ini sangat cerah tapi sepenuhnya saya tak percaya kecerahan ini akan bertahan lama sebab cuaca seringkali berubah tanpa pemberitahuan seperti pemadaman listrik, sulit diduga seperti halnya hati para remaja, dan benar saja ketika saya belum sempat menyelesaikan kalimat ini gerimis langsung turun seolah tahu saya sedang menyindirnya, meski tak sederas kemarin namun cukup membuat orang-orang berlarian, berteduh atau mengangkat jemuran.
Sampai sore ini saya masih mampu menahan diri untuk tidak log in ke facebook, sudah empat puluh delapan jam sejak di-nonaktifkan, ternyata tidak ada apapun yang terjadi dalam hidup saya ketika akun tersebut di-nonaktifkan, tidak ada gempa bumi, gunung meletus atau asteroid yang jatuh, biasa saja seperti hari lainya.
Awalnya saya berpikir mungkin saya termasuk golongan pecandu internet (netter) yang bisa pingsan jika satu jam facebookan tanpa menulis status tak jelas atau tanpa komentar tak jelas ternyata mudah saja untuk empatpuluh delapan jam tanpa membukanya pun saya bisa melakukanya. Dimulai dengan mengurangi kebiasaan update status dari satu jam sekali menjadi empat jam sekali dan seterusnya, singkatnya mengurangi aktifitas di dalamnya, mudah bukan? Dan sebuah tanya mampir di Whatapps "bagaimana kalau kangen sama temen-temen"? Wajar saja pertanyaan ini, namun "untuk apa kangen? Kenal saja tidak" dari sekian ratus teman yang ada di friendlist saya hanya memiliki tidak lebih dari limapuluh orang yang benar-benar teman termasuk mantan pacar, selingkuhan atau yang sekedar pernah ketemu atau cuma tidur bareng selebihnya ya entah siapa juga tidak tahu. Selain facebook kan bisa telpon, ketemu atau SMS, kalau memang ada perlu.
----------------------------------------------------
Galuh Timur
--Djenar Abunetti--
djenarabunetti@yahoo.com
Sent from my Nokia