Saya sering bingung sendiri saat akan mulai membuat catatan, mencari-cari kata dan kalimat yang saya anggap pas, cocok atau bagus tapi terlalu lama berpikir malah jadi bingung sendiri, catatan tidak berjalan sesuai yang diinginkan, lebih banyak mlongo ketimbang mengetikan kata-kata akibatnya saya gagal membuat catatan yang sebenarnya tak penting sama sekali, jalan akhirnya saya membuat catatan sekenanya, semaunya, asal-asalan, kadang judul sama isi catatan tidak klop sama sekali. Maklum kuli bangunan, terbiasa menggenggam palu dan sendok semen, biasa kerja lebih banyak menggunakan otot ketimbang otak.
Dari kasus di atas bisa dibayangkan, bisa ditebak bagaimana cara saya berpikir, bagaimana cara saya memandang, bagaimana saya menyikapi atau menyelesaikan persoalan yang saya hadapi. Dan kasus di atas cukup membuktikan kebenaran sebuah kalimat bijak yang saya lupa-lupa ingat membaca entah di mana, kurang lebihnya "orang yang terlalu sering memegang palu cenderung melihat masalah seperti paku", harus dipukul keras-keras biar amblas. Jebret-jebret selesai.
Maka saya hanya bisa menyarankan kepada para pengangguran yang putus sekolah, yang hanya mampu sekolah dasar seperti saya atau yang tidak sekolah sama sekali carilah pekerjaan yang tidak berhubungan dengan palu, kalau pun terpaksa harus bekerja dengan palu cobalah melamar jadi hakim atau pemimpin sidang, jangan jadi empu (tukang membuat perkakas tajam) toh sepertinya tidak sulit tinggal getok semua beres dan sepertinya hakim-hakim juga pemimpin sidang tak sekolah kok.
-------------------
Kadipaten
--Djenar Abunetti--
djenarabunetti@nokiamail.com
Sent from my Nokia