Konyol

Rada geli aja kalo lagi liat statistik blog, kenapa sih harus postingan itu yang banyak dibaca? Waktu posting sih gak ngerasa apa-apa, lama-lama geli juga sama tulisan sendiri yang semacam itu. Gilaaaaa gak penting banget deh pokoknya, itu cerita udah dua tahun yang lalu ada di kumpulan "sampah busuk" alias basi banget kenapa sampe sekarang jadi top view ya? Kayaknya perlu saya delete tuh postingan, malu-maluin banget deh.

Yah kalo dipikir-pikir curhatan di atas itu mirip-mirip kalo lagi inget masa yang udah lewat, masa yang konyol plus dogol bedanya cuma ditulis, diceritain di blog meski singkat ama tersimpan di memori kepala 'N gak ada yang tau. Mungkin inilah salah satu gunanya blog, bisa buat nunjukin kapan kita konyol, dogol dan kapan kita sedikit mikir.

Hmmm...saya pun jadi yakin kalo postingan ini juga akan terlihat konyol sejak saya mengeklik "publish" atau "send" di kotak surel dan terbaca orang lain, dan pastinya sayalah yang paling telat menyadari bahwa tulisan ini konyol. Sebab kita tak bisa menilai diri sendiri, konyol atau bijak.

Yang lebih konyol, judul konyol di atas sudah saya tulis dan berhari-hari hanya jadi draft yang mangkrak tapi tanpa body atau isi tulisan di surel (surel, surat elektronik lazim disebut email) saya. Berhari-hari saya mencoba menulis dengan judul tersebut tapi selalu gagal, padahal hanya ingin menulis atau bercerita bertema "konyol". Dan baru hari ini saya bisa berkonyol ria. Kalau kata orang menulis itu mudah, menulis dengan cara konyol lebih mudah. Konyol itu penting untuk diketahui, tidak percaya? Belilah buku sebanyak-banyaknya baca satu-satu sampai selesai (konyol namanya jika membeli buku tak dibaca atau dibaca tapi tak selesai) dan kita akan tahu ada banyak kekonyolan di buku yang kita beli, ada kekonyolan di luar kita dan yang lebih penting kita akan tahu ada banyak kekonyolan di dalam diri kita, di pikiran kita, di hati kita dan di prilaku kita. Nah setelah kita tahu kalau kita ini lebih banyak konyolnya pekerjaan selanjutnya mengubah kekonyolan tersebut menjadi sesuatu yang lebih baik.
-----------------------------
Kadipaten


--Djenar Abunetti--
djenarabunetti@nokiamail.com
Sent from my Nokia