Garing

Garing juga hidupku, bulan Ramadhan tahun lalu saat aku bekerja di Jakarta tepatnya di Cileduk seorang teman meneleponku dan mengajaku membuat kegiatan pelatihan jurnalistik dan direncanakan usai lebaran 'gue gak bisa ikutan, gue mau merid' jawabku sekenanya di telepon, temanku hanya tertawa. Aku beruntung masih bisa bertemu Ramadhan kali ini dan mengenang kejadian gagal merid tersebut yang bagiku hanya sebuah lelucon garing kata anak jaman sekarang namun menjadi lebih tak lucu lagi ketika aku harus menjawab pertanyaan yang sama dari banyak orang dan menjadi tampak serius karena aku harus menyesuaikan jawaban si penanya, yeah mirip-mirip artis atau politisi yang kadang berbelit-belit kadang juga tampak tolol di saat ingin tampak bijak di tivi-tivi, susah susah gampang ternyata menjelaskan mengapa usai lebaran aku pergi ke Jakarta sedangkan rencana merid tinggal hitungan hari terlebih pada keluargaku sendiri. Tak sulit memang untuk menjawabnya namun jawaban mudah yang kuberi harus ditunggu selama dua bulan sekembalinya aku dari Jakarta, aku hanya butuh lima menit untuk membuat keluargaku mengerti sama dengan ucapan terakhirku pada perempuan itu 'aku hanya butuh lima menit untuk bertemu denganmu dan menyelesaikan semuanya.' Yeah tahun kemarin pelatihan jurnalistik gagal meridpun gagal :-D dan aku seharusnya sudah punya lelucon yang lebih garing lagi untuk menyambut lebaran kali ini, sayangnya belum ada ide yang lebih konyol.
-----------------------------
Galuh Timur


--Djenar Abunetti--
djenar.abunetti@gmail.com
Sent using a Sony Ericsson mobile phone