Malasku Alasanku

Ada sesuatu yang tertinggal selama seminggu ini kendati dua hari senin dan selasa kemarin di rumah setelah kepulanganku dari Talaga Bestari, Cikupa. Niat awalnya aku ingin libur satu bulan menyambut bulan Ramadhan, puasa di rumah, blogging sekenyangnya, baca buku sampai tertidur tapi entah mengapa baru 48 jam diam di rumah sementara di perkirakan tinggal tiga hari lagi hilal bulan puasa segera menampakan diri di langit aku malah meng-iya-kan sebuah ajakan seorang teman lama untuk kerja di Majalengka. Dan rasa malas blogging semakin menjadi sejak keberangkatanku ke Majalengka padahal ada banyak cerita menarik selama dalam perjalanan, sampai tujuan dan awal mulai bekerja hingga memasuki bulan puasa yang mestinya bisa dijadikan bahan tulisan, bahan bualan, bahan guyonan sampai cemoohan dan bahan bangunan (emang bisa)?.

Ya, sesuatu yang maksudkan hanya blogging, tak terlalu penting memang apalagi buatmu yang super sibuk ini hanya sekedar satu cara untuk asik seperti dirimu punya cara untuk asik seperti dugem, karaokean, mancing, ngebut di jalan raya, ngintip orang mandi dan lain-lain misalnya. Aku tak merasa kehilangan sepuluh menit dalam dua puluh empat jam kali seminggu untuk blogging hanya saja aku merasa tak mampu tetap konsisten membuatmu mual, mulas bahkan jijik dengan tulisan seperti ini. Sederhana saja, gunakan waktumu sebaik mungkin untuk hal-hal bermanfaat sebelum kau merasa kehilangan sekian jam dalam seminggu kali setahun dan menjadi satu tumpukan sesal di laci masa lalu yang suram dan berdebu.



Kadipaten, Majalengka.
--Djenar Abunetti--
Sent using a Sony Ericsson mobile phone