Sampah Otak

Tak ada apapun yang bisa dianggap penting di blog ini, blog ini hanyalah satu dari sekian banyak tempat sampah yang ditimbulkan keadaan menurut rentetan waktu bernama hari-hari, minggu-minggu, bulan-bulan dan tahun-tahun. Dan seperti yang kau tahu, lazimnya tempat sampah ialah tempat berisi barang atau benda yang sudah tak terpakai akibat rusak, berkarat, busuk, bau dan bisa jadi ada miliaran bakteri atau kuman yang siap mengantarmu ke dalam satu kondisi paling tak nyaman dan biasa disebut sakit. Kau juga pasti tahu dari deretan tanggal bahwa aku membuang sampah di sini tak teratur seperti halnya kau juga tak teratur kapan harus duduk atau jongkok di closet, kadang kau kerepotan menahanya kadang juga malah tak mau keluar meski sudah nangkring dengan nyaman juga aman namun masih perlu obat pencahar.


Apakah kau masih mau membongkar tempat sampah ini dan berharap ada sesuatu seperti pemulung yang tiap pagi lewat di depan rumahmu dan berharap ada sisa stang sepeda, botol oli atau kaleng minuman beraroma cola di tong sampahmu? Kau salah, segera pindahlah ke tempat sampah lain sebab di sini jauh dari slogan 'higienis dan bermutu' yang biasa kau temukan di botol kecap dan yakinlah bahwa ini benar-benar tumpukan sampah yang tak mampu lagi didaur ulang kecuali jika kau memang petugas kebersihan berseragam orange yang jarang tersenyum sebab gaji yang tak sepadan, maka ambilah tumpukan sampah ini dan bawa pergi jauh kedalam alam khayalmu dan berdoalah semoga sampah-sampah yang kau pungut di sini berguna bagimu mungkin jadi pupuk kompos, di bakar jadi penghangat malam sepimu atau bahkan jadi koleksi sampah di otakmu.


Talaga Bestari
--Djenar Abunetti--
Sent using a Sony Ericsson mobile phone

0 comments: