Kemarin siang dalam perjalanan menuju Bumiayu kulihat pak petani memarkir motor di tepi ladangnya, ini bukan pertama kali kulihat dan ini sudah biasa di wilayah Galuh Timur, Kali Jurang dan sekitarnya beberapa tahun yang lalu. Pak petani seakan sudah malas berjalan kaki ke ladang, sayangnya motor mereka hanya mau minum bensin dan tak doyan pisang. Sejak Jalan-jalan di aspal beberapa tahun lalu kredit motor meningkat tajam dan hutang tak lagi dianggap sesuatu yang memalukan [mungkin saja rakyat galtim dan sekitarnya meniru pemerintah yang hobi ngutang]. Lalu orang-orang lebih memilih berjualan bensin eceran ketimbang berjualan pisang goreng.
Di rumah, Galuh Timur.
--Djenar Abunetti--
Sent using a Sony Ericsson mobile phone