Deburmu Menghablur

Mari kita menyingkap belukar sepi dan apa-apa yang terjadi di tepian sungai setelah hujan semalam menyisakan lumpur sebelum debur mengabur, terbujur.

Mari kita menyusun kembali bebatuan setelah banjir membawa serangkaian beling dendam agar ikan-ikan di sungai kembali memasuki rumpon penerimaan sebelum hari menjadi gelap bagi mata kita yang makin lamur, hablur.

Mari kita berdoa dan berharap kepada malam agar tak tersesat menyusuri sungai serta menjaga kepis-kepis di pinggang sebab arus semakin deras dan muara makin nyaring berdebur, terkubur.


Terbujur
Terkubur
Deburmu
Menghablur


*Rumpon, jebakan ikan dari tumpukan batu.
*Kepis, tempat atau wadah ikan terbuat dari anyaman bambu.


Di rumah, Galuh Timur.
--Djenar Abunetti--
Sent using a Sony Ericsson mobile phone

0 comments: