Konten Gak Penting

Gue paling gak suka banget sama iklan-iklan operator empat angka yang katanya tinggal ketik ini ketik itu kirim kesini kirim kesana lalu masalah selesai.mulai dari urusan zodiak, shio, aura, cinta, jodoh, sampai karier.yang gue gak abis pikir orang-orang macem apa sih yang suka berlangganan konten beginian? Apa iya pelangganya sebodoh itu? Apa mereka pengangguran yang kebanyakan pulsa atau orang kaya yang bingung nyari cara ngabisin duit? Wallahu a'lam.kalau di perhatikan jelas sekali konten-konten seperti ini bukan barang murah rata-rata bertarif dua ribuan,bayangin aja seandainya setiap SMS konten yang mereka kirim lima kali dalam sehari kali dua ribu rupiah, ketahuan udah sepuluh ribu rupiah.angka sepuluh ribu rupiah bukanlah angka kecil untuk orang-orang dengan penghasilan gak jelas kayak gue, mending buat beli beras. [yang punya penghasilan tetap juga belum tentu mau ngabisin duit cuma buat urusan begituan,alih-alih cari solusi malah dapet masalah] yang kagak-kagak aja deh manusia Indonesia ini. Lagian solusi masalah yang di tawarkan juga gak penting-penting amat yah. setidaknya kalaupun mereka yang kere punya masalah dan mau konsultasi yang jelas paling gak ada sms gratisan atau datang ke orang yang mereka percayai, teleponpun bisa lebih murah dari harga konten seperti itu. aneh kan? [awas kalau gak bilang aneh]. Jadi jelas siapa saja yang biasa berlangganan konten seperti itu adalah orang-orang kaya.nah gue makin bingung, bingungnya gini kalau orang kayakan otomatis punya fasilitas lebih yang membuat mereka bisa menambah wawasan,makin cerdas untuk mengatasi masalah-masalah di atas misalnya bisa beli buku, di rumah ada telepon, koneksi internet yang lebih luas jangkauanya bisa konsultasi menggunakan email,chatting dan lainya dan pasti punya uang lebih untuk mengkonsultasikanya secara langsung dengan orang yang di nilai bisa membantu.lha kalau orang kaya masih mau berlangganan konten gak jelas apa namanya?
Bingungkan? Apalagi gue yang lugu...!!
Jadi apa sih manfaatnya konten semacam itu?

Di rumah, Galuh timur.
--Djenar Abunetti--
Sent using a Sony Ericsson mobile phone