Blog,Tivi Dan Emak

Ngeblog sepertinya mudah, tapi ternyata butuh konsistensi ini yang susah [susah bukan berarti tidak bisa] apalagi gue yang cuma bermodal hape jadul.tapi gue lebih memilih jempol gue melepuh akibat ngetik daripada nonton tivi yang katanya saling berlomba untuk berusaha lebih baik [ternyata menjadi sama makin buruknya] yang nayangin sinetron dua puluh empat jam non stop sama yang nayangin 'drama dalam berita' sama-sama membosankan.bayangin aja dari dulu sinetron sudah menuai kritik, makian dan hujatan toh tetep aja si tivi asik aja nayanginya.yang nayangin 'drama berita' juga sama, sama-sama menyebalkan, konspirasi melulu, korupsi melulu, pembunuhan melulu, bencana melulu apalagi berita yang biasa di sebut Info-tai-nemen [berita tai banget] sepertinya udah gak ada hal yang baik untuk di beritakan di negeri ini.dari bangun tidur sampai mau tidur lagi kita di suguhi sesuatu yang tak bermutu untuk pikiran, tubuh dan jiwa.gue jadi ingat kata emak-emak bernama *Emma Goldman, "
Mengapa orang-orang harus pergi dan mengeluarkan uang untuk melihat film yang buruk, kalau mereka dapat tinggal di rumah dan melihat televisi yang buruk secara gratis?
*Emma Goldman (1869–1940) seorang revolusioner, penulis, dan feminis Amerika kelahiran Rusia

**kira-kira kalau si emak Emma hidup di Indonesia sekarang dia ngomong apa ya?




Di rumah, Galuh timur
--Djenar Abunetti--

Sent using a Sony Ericsson mobile phone