untuk beberapa menit saya menimang-nimang buku ini,ada semacam perang dalam hati antara membelinya atau tidak,dan akhirnya saya kalah dalam perang tersebut karena amunisi dalam kantong saya tak mencukupi.akhirnya saya hanya bisa membaca sedikit di sampul belakang.saya merasa sangat jauh tertinggal,dan harus lebih banyak belajar lagi dan lagi.karena belajar adalah syarat mutlak untuk menjadi pintar dan berhasil.
dari dulu semenjak saya mengenal buku saya selalu bermimpi untuk menjadi penulis.karena pada waktu itu saya merasa penulis itu orang hebat.dan saya berfikir menulis itu bisa membuat orang jadi kaya dan terkenal,tapi itu cuma sedikit dari harapan saya.karena harapan saya yang sesungguhnya adalah saya ingin tidak di pandang sebelah mata hanya karena saya tidak bersekolah.saya masih ingat masa kecil saya dan akan terus teringat ketika teman teman sebaya saya mengenakan seragam sekolah pada pagi hari,saya hanya bisa duduk dan memandangi tas di pundak mereka,dan berfikir bagaimana agar saya bisa seperti mereka.
saya memang tak akan bisa seperti mereka yang sekarang sudah menjadi orang-orang berhasil dalam karir mereka.tapi saya percaya ada ''jalan lain menuju jakarta''.hanya waktu saja yang membedakan cepat atau lambatnya kita pada suatu tujuan.karena tidak ada tujuan yang bisa di capai tanpa di awali langkah kecil.
-----------------------------------
Jakarta, Radio Dalam
--Djenar Abunetti--