Pagi-pagi sekitar jam setengah delapan datang seseorang yang pada hari sebelumnya telah berjanji untuk melakukan pembayaran.kebetulan kantor saat itu belum buka jadi saya menjalankan perintah dari acounting untuk menerima pembayaran tersebut sesuai perjanjian kemarin.uang kembalian pun sudah di siapkan tiga dollar US.pada jam-jam itu biasanya saya baru mandi,nah kebiasaan saya itulah yang membuat saya melakukan kesalahan.karena terburu-buru mau melakukan ritual mandi saya jadi lupa untuk menghitung pembayaran tersebut.pecahan uang tersebut terdiri dari singapore dollar dan US dollar.selesai menerima pembayaran langsung saja saya mandi,dan orang-orang sudah ada yang datang untuk bekerja.selesai mandi saya terus meluncur ke rumah bos saya,dalam perjalanan handpone saya berdering.di ujung sana suara acounting yang khas, ''yon...ini duitnya kok kurang sepuluh dollar yang US,kamu gak hitung ya?ini udah kurang kok di kasih kembalian?.saya jawab dengan suara lemes ''iya pak'' untuk menenangkan diri saya bilang ''keselip kali pak di amplop'' pak acounting menyahut lagi ''ya sudah saya coba cari dulu'' klik.bunyi telpon di tutup.
Saya melanjutkan perjalanan,dalam perjalanan pikiran saya mulai gelisah memikirkan uang sepuluh dollar yang hilang plus uang kembalian tiga dollar.bagaimana saya menggantinya? saya sendiri belum gajian,gaji tidak seberapa,belum lagi kalo untuk mengganti uang tersebut.kenapa uangnya kurang malah di kasih kembalian? pikiran itu terus saja mengikuti.sampaialah saya di rumah si bos,terus saya di minta mengantar si bos ke kantornya di kawasan semanggi.setelah sampai saya di kasih ongkos balik 20 ribu rupiah dan saya masih mengantongi 10 ribu rupiah yang tadinya mau buat sarapan tapi gak jadi.sampaialah saya di terminal blok m,dan ketemulah saya dengan pengamen yang biasa mangkal di terminal tersebut.karena sudah kenal wajah kamipun terlibat obrolan.cerita punya cerita sang pengamen ibunya mengalami kecelakaan lalu lintas.dan teman baru saya ini ingin pulang menengok sang ibu di cikarang.karena waktu masih pagi dia mungkin belum dapat hasil yang di harapkan.setelah ngobrol ngalor ngidul saya lalu tanya sama teman baru saya itu.''kamu mau nengok ibu? dia anggukan kepalanya dengan berat ''iya mas'' jawabnya lirih."gak punya ongkos?'' tanyaku.dia jawab sekali lagi ''iya''.lalu uang yang tadi di kasih sama bos saya kasihkan ke teman saya ini.''ini buat ongkos pulang''.dia tak percaya.sayapun ngomong ''tenang aja ini asli kok,saya bukan pengedar upal'' dia tersenyum dan menerimanya.dan dia bilang ''mas cari duit susah loh'' saya hanya senyum-senyum saja.padahal saya saat itu lagi mikirin duit sepuluh dollar plus tiga dollar kembalian yang hilang.setelah selesai ngobrol saya pamit pulang.
Sesampainya di kantor saya langsung buru-buru naik kelantai dua menemui acounting dan menanyakan uang yang hilang tadi pagi.usut punya usut ternyata si bapak yang tadi pagi mengakui dia juga salah hitung.padahal bisa saja dia mengaku ia membayarnya dengan uang pas sesuai perjanjian kemarin.kalaupun dia mengaku membayarnya sudah sesuai dengan yang tertulis di invoice tak ada yang dapat membantahnya.karena sudah di anggap selesai dengan tanda tangannya dan saya memang salah.saya kagum dengan bapak yang satu ini terima kasih bapak,bapak memang bukan berniat menolong saya tapi saya telah tertolong oleh kejujuran bapak.terima kasih bapak.karena bagi saya 13 dollar amatlah banyak.
Sore harinya saya menerima gaji,alhamdulillah..ada tambahan seratus ribu untuk bulan ini,saya jadi teringat uang yang 20 ribu yang saya berikan kepada pengamen tadi.pagi hari tuhan membuat kejutan pada pengamen yang juga menjadi teman baru saya itu melalui tangan saya.sore harinya tuhan mengejutkanku melalui atasan saya yang memberi tambahan gaji bulan ini.dan semoga tuhan memberi kejutan yang lebih baik untuk si bapak yang jujur tersebut.amin...sesunguhnya kita tak akan kehilangan sesuatu yang kita berikan pada oarang lain,tuhan pasti memberikan pengganti yang lebih baik di dunia dan di akhirat.
------------------------------
Jakarta, Radio Dalam
--Djenar Abunetti--