Apa sih ya yang mau saya katakan tentang benda yang dekat banget sama perempuan ini? Seberapa tahu sih saya tentang lipstik? Ah, entahlah tapi saya mau cerita soal teman saya kemarin yang sepertinya marah akibat saya komentar di lapaknya, untunglah saya hanya diunfriend kan saya jadi bisa ngeblokir, coba kalau saya diblokir. Iya, saya mengisi kolom komentarnya dengan foto mirip lipstik, karena dia mengisi kolom "apa yang anda pikirkan?" bertema lipstik.
Tapi kenapa dia bisa semarah itu? Padahal dia teman baik, iya saya menilai dia memang teman baik karena pernah nyari buku bareng, makan es bareng, jalan-jalan. Dan marah tak mengenal teman baik, atau teman jahat. Marah ya marah, selesai! Artinya saya salah. Salah saya sebenarnya bisa lebih banyak dari sekedar posting foto mirip lipstik, saya bisa disalahkan karena tak "mengenali" teman saya sendiri dan kesalahan ini lebih buruk dari foto mirip lipstik yang saya posting. Maaf yah pren.
Oo, jelas dia perempuan baik-baik makanya marah ketika saya posting beginian di kolom komentar, merasa tak dihargai dan mungkin merasa dilecehkan. Padahal niat saya hanya bercanda. Kalau sudah begini, apalah arti sebuah niat. Tapi ya gapapa sih, namanya juga media sosial, tak semua orang bisa memahami niat orang lain, apalagi menyukai foto yang beginian meski bagi yang lain biasa saja, foto hanyalah foto.
Ok, satu pelajaran lagi buat saya jangan asal komen, jangan asal share, jangan asal posting, nah ini berat nian! Bagaimana tidak berat, saya terbiasa asal posting, asal komen asal share. Tapi ngomong-ngomong kalau bentuk lipstik begini bagus loh, bagaimana menurutmu? Dan apakah teman saya pantas marah?.
Nah, kalau kau tak marah silakan tersenyum. Barangkali senyummu dapat menyejukkan dunia yang terlanjur penuh amarah.
---------------------
Batuampar, Batam
--Djenar Abunetti--
Sent from my BlackBerry 10 smartphone


0 comments:
Posting Komentar