Panas

Cuaca sedang lembab, gerah dan panas. Saya sudah menguap sejak tadi, tapi konon menguap bukan semata mengantuk ia bisa jadi tanda bahwa ketiadaan aktivitas di dalam otak kita. Oleh karenanya daripada otak saya benar-benar pasif lalu melarikan diri ke atas kasur, lebih baik saya menulis status yang sama tidak pentingnya dengan yang sudah-sudah.

Tidak ada hubungannya sama sekali antara cuaca panas dan foto ini, foto ini hanya pelengkap sebuah postingan agar terlihat normal (hah!)  sebab di era sekarang orang lebih percaya pada sebuah status yang dilengkapi gambar, atau foto. No pic, hoax! Begitu slogan yang beredar.

Tapi di halaman ini saya akan menjamin bahwa tak ada yang penting sama sekali, tak ada yang perlu diributkan hoax atau bukan, semua bebas menilai. Bebas hingga bebas dan kebebasan itu tak ada lagi. Dan tak memiliki arti apapun. 

Cuaca masih panas, dan mungkin saja server gugel sedang kepanasan di sana, kepanasan akibat dibacakan ayat suci oleh orang-orang yang merasa suci. Padahal ayat suci tak pernah membuat panas siapapun, atau kita yang sok kepanasan saja atas banyaknya ayat suci yang berserakan di internet, dikutip untuk berbagai kepentingan? Padahal kita bisa saja berlaku sama.

Cuaca sedikit bersahabat, setelah beberapa menit kemudian blogku bisa dibuka kembali. Terima kasih gugel, yang sudah memfasilitasi segala kengawuranku, membaginya pada dunia, memberitahu dunia, bahwa hidup tak selalu harus tampak waras, cerdas dan suci.
-----------------------

--Djenar Abunetti--
Galuhtimur, Jawa Tengah.

Sent from my BlackBerry 10 smartphone

0 comments: