Malas

Tidak tahu mana yang benar di antara "ibukota dan ibu kota", dan saya sedang malas mencari tahu, malas melakukan apapun selain tiduran. Seseorang kadang tak butuh alasan untuk malas, dan butuh banyak alasan untuk melakukan banyak hal. Malas begitu praktis, hingga sekedar alasan pun nyaris tak dibutuhkan. Padahal alasan adalah hal yang umum dibuat, bisa dibuat-buat, tak perlu banyak pengetahuan, apalagi  kredit ke bank dengan bunga rendah. Hanya butuh sedikit semangat. Alasan dan kemalasan begitu akrab dalam kehidupan.

Tapi saya pernah dengar (entah benar entah tidak, lagi-lagi saya malas mencari tahu) ada yang namanya kursi malas, yang dibuat oleh orang (yang kupikir, dan kurasa bukan pemalas, saya malas meyakinkan diri sendiri) bukan pemalas. Sebab tukang bikin kursi kalau malas anak istrinya mau makan apa, bisa-bisa malah dapat omelan istri, dan makin puyeng dengan jatah jajan anak. Jadi kupikir juga Ia tak suka dengan kursi malas, apalagi kursi listrik.

 Apa ada di benakmu sebuah atau malah sekantong pertanyaan tentang postingan ini? Paling tidak rasa terusik "kenapa fotonya begini, tulisannya begitu"? Dan jangan tanya kenapa, karena pasti akan saya jawab, "saya malas menjelaskan". Yakin deh. Karena saya juga malas menjawab, malas mencari tahu apa sebabnya, dan malas mencari alasan. Karena malas tak butuh alasan.

Bisa kasih tahu saya mana yang benar di antara ibukota dan ibu kota?.
------------------------------
Galuhtimur, Jawa Tengah.


--Djenar Abunetti--

Sent from my BlackBerry 10 smartphone

0 comments: