Meja Batu


Setiap hari kita duduk dan berbincang tentang berbagai hal di sini, berhadapan di antara bisunya meja batu, tentang ramah rerumputan serta rindang pepohonan peneduh dari panasnya matahari yang seringkali tak mampu menahan derasnya hujan. Kau ingat? Sejak perjumpaan itu aku tak pernah mengenal jemu untuk tetap bertemu, melepas beban selaksa rindu, sebab aku sekeras meja itu, mungkin lebih. Tak kikis digangsir waktu.

Di sini, kau, aku , sering berdebat tentang siapa yang paling atau lebih mencintai di antara kita, dan aku selalu gagal menemukan jawaban pasti atas keraguan-keraguan yang melintas di antara deru rindu pada barisan gigi-gigimu, sebab keraguanku serupa daun gugur yang jatuh di ikatan rambutmu, sejenak mengusik lalu dilupakan, atau mungkin terinjak lincah kaki-kakimu saat mengejar sepasang kupu-kupu.
------------------------------
Wisma ex Timah, Pancoran, Jakarta.


--Djenar Abunetti--
djenar.abunetti@gmail.com
Sent from my Nokia