Tentangnya,
Lama aku terdiam, memikirkan kata dan kalimat seperti apa yang paling tepat, ya, setidaknya paling mudah dimengerti untuk menggambarkan semua yang ada dalam pikiran, hati ataupun perasaanku saat ini, kondisi yang paling sulit kupahami ketika aku mendadak menjadi sangat gembira tanpa alasan, hanya karena melihat langkahnya yang makin mendekat dan tersenyum. Aku seperti melompat jauh ke belakang, ke alam tujuh belas tahun yang lalu meski semuanya tak menimbulkan jerawat batu.
Terkadang aku merasa begitu lebih bodoh dan konyol dari yang terlihat, seperti ada yang mendorongku untuk lebih berani menggenggam jemarinya, memainkan cincin di jari manisnya namun tak mampu berkata apa-apa selain detak jantungku bertambah cepat. Ah, semua terlalu manis buatku entah baginya.
------------------------
Jembatan Dua, Jakarta.
--Djenar Abunetti--
djenar.abunetti@gmail.com
Sent from my Nokia