Selamat Pagi Kloset

Selamat pagi closet selamat beraktivitas, namun sebelum hari terlalu jauh tolong dengarkan bualanku, bualan tentang asbak yang kelelahan menampung puntung yang pontang dan yang panting semalam suntuk tanpa kejelasan apa yang harus ditunggu dan apa yang harus ditinggal oleh kaum insom(nia), kaum yang hidupnya dihantui susah tidur, susah move on dan barangkali susah BAB.

 Sepertinya kau mulai paham jika aku menyukai kata BAB dan yang berhubungan dengan BAB semisal closet atau kakus dan aku ingin memberi satu jawaban dari sekian kemungkinan jawaban yang akan muncul dari pertanyaan mengapa harus BAB dan kloset, sebab kakus atau closet satu-satunya tempat yang mampu membuatmu berekspresi secara total dan menciptakan atau membuat karya paling jujur, tak peduli kau jago akting dan kualitas vokalmu memenangkan semacam trophy atau award, namun aku tak punya cukup modal untuk mengadakan acara semacam factor closet dan closet award sepertinya layak dipertimbangkan pemilik tivi swasta yang keranjingan isi kakus untuk msngadakan closet award di tahun-tahun berikutnya.

Kau tahu closet? Semalam asbak mengeluh tentangku, tentang tivi, tentang dia yang selalu basah namun aku hanya menyarankan untuk cebok sebelum tidur, sumpah aku tak lebih dari itu! Namun kau juga harus tahu closet, dialah yang dalam seminggu ini terus menggangguku dengan meneleponku sepanjang malam dan siangku dan mungkin hanya satu yang kubutuhkan saat ini, sesuatu yang teramat sulit dilakukan lelaki genit dan plin-plan sepertiku, ketegasan, dan itu sulit buatku sesulit BAB saat sembelit.
---------------------------------------
Galuh Timur


--Djenar Abunetti--
djenar.abunetti@gmail.com
Sent from my Nokia