Tentang Sebuah Draft

Di draftku

sunyi, gelas-gelas menganga menunggu serangga terpedaya, manis di lidahnya sesaat menerbangkanya ke surga, di lain waktu membenamkanya ke neraka. Gelas-gelas tetap tak puas, menganga sepanjang malam, menunggu serangga terpedaya di manisnya gula-gula.

Di draftmu

riuh, sorak sorai serangga-serangga tersenyum dan tertawa, bangga menjilat gula-gula. Serangga tak puas menjilat, mereguknya sepanjang malam, terbang, menukik tajam dan terbenam.

Di draftnya

gelas, gula dan serangga tak pernah ada, kosong.

-----------------------------------
Kadipaten


--Djenar Abunetti--
djenar.abunetti@gmail.com
Sent from my Nokia