Aku sedang menunggu sesuatu yang orang-orang menyebutnya 'mood' entahlah, binatang bernama mood sepertinya sedang asik sendiri mengomentari status curcol, mengomentari beberapa foto yang di tag bulan lalu atau malah tertidur di dalam ruangan favoritnya yang ia menyebutnya perpustakaan pribadi namun lebih mirip gudang yang penuh kutu ayam (kemreki, Galtim) tinggi (tembila, Galtim) dan juga kutu kayu (sluksuk, Galtim) dan sepertinya ia akan berlama-lama dalam ruangan tanpa plafond, pengap, berdebu dan agak pesing setelah nenek sihir beberapa kali tertangkap kamera CCTV sedang buang air kecil sambil terbang dengan pengki ajaibnya dan tertawa 'semua tempat adalah closet bagiku' seringainya demikian menggelikan membuat anak-anak terkadang berlomba-lomba dan memasang taruhan karet gelang, kelereng atau beberapa butir kelapa busuk (klunthung, Galtim) siapa yang lebih dulu mampu membuatnya menyeringai ia bermain lebih dulu.
Mood sepertinya makin acuh terhadapku dan tak mempan rayuanku hari ini hingga si Ahong tetanggaku melantunkan adzan dzuhur mood tetap cuek diam di ruangan yang pengap, berdebu serta pesing. Mau tak mau aku harus menghampirinya dan mengajaknya berbincang tentang tema favoritnya sajak, puisi, novel ataupun tentang raja dangdut yang jadi raja sara rhoma irhamna (maafkanlah ia) yang sepertinya tahu betul cara menggunakan 'ya arhamarrohimin irhamna' menjadi 'ya rhoma irhamna' (maafkanlah rhoma) sambil merengek-rengek di panwaslu dan mencucurkan air mata, air mata yang dulu menaklukan Angel Lelga.
-------------------------------------------------
Galuh Timur
--Djenar Abunetti--
djenar.abunetti@gmail.com
Sent using a Sony Ericsson mobile phone