Keranjang Sampah

Kembali,
Sampah di otaku tumpukanya mulai meninggi bau busuknya mengganggu tidurku, tidurmu dan tidurnya juga mengotori udara malam, mengerutkan wajah bulan, pelan mengusik cicit binatang malam.
Aku rindu keranjang sampah, aku ingin membuang sampah dengan lembut dan penuh perasaan seperti para pecinta, pemain biola atau tukang creambath.
Keranjang sampah, sumpahku nyata sampah, seperti sampah dalam dirimu, di lembut kulitmu, di putih tulang-tulangmu, sayu matamu.


Keranjang sampah, keranjang sumpah
Sumpah ingin ke ranjang, membuang sampah-sampah, melahirkan setumpuk serapah dari merah bibirmu yang sama sampah.
-----------------------------
Majalengka


--Djenar Abunetti--
djenar.abunetti@gmail.com
Sent using a Sony Ericsson mobile phone