Buka Puasa Keenam

Sore yang sibuk, setelah selesai kerja aku menyibukan diri membeli es batu, membantu masak sayur, membuat teh manis dan membuat es buah. Iseng kubuka rice cooker 'ow..nasinya udah ya' kulihat beras sudah ada di dalamnya lalu kutup lagi dan aku duduk menunggu beduk maghrib dengan mengobrol tentang tahu yang naik harganya, tentang partai, pilkada, kerja pemerintah yang belakangan jadi hujatan sampai lelucon yang kadang menjengkelkan. Tak terasa adzan maghrib terdengar bersahutan seakan berlomba memanggil sebanyak-banyaknya jama'ah yang dari tahun ke tahun, hari ke hari sulit datang terlebih pada jam 'balas dendam' seperti ini. Dengan segera kamipun berbuka puasa dengan minuman manis sesuai selera masing-masing seperti biasa aku lebih suka es buah, tibalah saatnya makan nasi dengan sayur aku terbiasa paling belakang aku lebih banyak minum biasanya aku makan setelah waktu isya. Dengan semangat temanku berujar 'makan makan' sambil memegang centong nasi dan membuka tutup rice cooker dan dia tertawa menahan lapar 'nasinya belum mateng, ini tadi siapa yang nyolokin?' 'lha tadi gue ngecek doang, gue pikir udah dipencet tombol masaknya' lucu, geli campur kasihan jadi satu. Makan nasi diundur lagi.
--------------------------
Majalengka


--Djenar Abunetti--
djenar.abunetti@gmail.com
Sent using a Sony Ericsson mobile phone