Ada banyak draft dan semua belum selesai, asal tahu saja jatahku menulis sangat terbatas hanya sepuluh halaman SMS karena memang bukan penulis bagiku jadi sulit, kalau kau mau kau bisa menghitung berapa karakter yang kupakai hitung-hitung biar cepat ngantuk. Dan biasanya aku menghapus semua draft-draftan atau sampah-sampah tersebut agar aku kembali menulis tentang apapun, siapapun. Pastinya aku tak suka aturan dalam menulis, dengan demikian aku juga tak akan suka dengan sebuah kritik yang dialamatkan ke tulisanku karena menurutku kritik tersebut hanya berlaku saat aturan menulis ditegakan. Aturan dasarku hanya 'yang penting bisa dibaca' tak peduli enak atau tidak dan aku tak peduli kritik dan aturan karena aku menganggap menulis di sini hanya semacam pil tidur atau mungkin teh manis yang kuseduh sendiri di suatu waktu, maka kau boleh ikut mencecapnya dari gelas yang sama jika kau mau namun ketika kau mengeluh ini terlalu dingin, kurang gula, tidak ditambahkan jeruk nipis atau mungkin terlalu sepet sudah pasti aku hanya akan tersenyum dan tak akan menyiramkanya ke mukamu. Kalau selera minum teh manis saja berbeda sudah pasti cara kerja komponen dalam kepala kita juga berbeda, maka akupun tak akan menyuguhkan sesuatu menurut seleramu. Lagi, ini hanya semacam diari, catatan harian dan kau boleh menyebut apapun sesukamu, septictank, closet dan yang sedikit lebih enak didengar yaitu tong sampah.
Talaga Bestari
--Djenar Abunetti--
Sent using a Sony Ericsson mobile phone

0 comments:
Posting Komentar