Ketika aku berkata 'kelap-kelip lampu display menggodaku untuk jadi pencuri', lalu sebagian dari mereka bilang 'emang dasar pencuri biar di manapun tetap pencuri' tapi sebagian lagi memaklumi karena aku lahir di lingkungan pencuri, lalu mereka berdalih manusia dan lingkungan saling mempengaruhi, sebagian manusia terbentuk oleh lingkunganya & sebaliknya. Reaksi-reaksi tersebut mengingatkan aku ketika kecil dulu aku sering di ingatkan oleh orang-orang yang lebih tua untuk pilih teman yang baik-baik, tapi lagi-lagi aku harus mencuri agar aku tetap bisa berteman dengan mereka yang di anggap 'tidak baik' oleh lingkunganya, pada saat itupun aku merasa orang-orang yang mengingatkanku juga 'pencuri', mereka mencuri hak, hakku untuk menilai sendiri, hak untuk belajar menentukan mana yang harus aku pilih. Dan lagi, ketika aku mengenal internet akupun mencuri lagi, aku mencuri dan mencari tentang
segala hal yang ingin kuketahui, untuk melawan keterbatasan juga mereka yang menganggapku bodoh, dan kini mereka menganggap aku orang pintar. Padahal aku mencuri dari mereka sesuatu yang mereka lupakan bernama 'belajar' belajar untuk tampak seperti orang pintar.
maaf ayah.. aku lebih memilih menjadi pencuri..
--Jakarta