Ar..

Tentang Ar..yg akhir-akhir ini selalu saja bermain di dalam tempurung kepalaku seolah tak ada tempat lain untuk mondar mandir,mandi, makan, tidur juga beol, mungkin Ar..terlalu nyaman hingga berulangkali aku membujuknya untuk keluar dari kepalaku tapi tak pernah mau.mungkin di kepalaku ada sesuatu yg membuatnya ingin berlama-lama,mungkin juga ingin menetap.ah...atau memang kau berkepala batu Ar? hingga tak mendengarku. Ar...sudah selarut ini mengapa kau masih muter-muter? kalau kau mau tolong carikan aku tudung kepala yang biasa kupakai saat turun hujan..itu tuh yang warna hijau lumut,aku lupa menyimpanya tadi sore.atau kalau kau mau buatkan aku mie instan agar perutku tak ikut-ikutan berisik seperti halte busway dukuh atas pada jam pulang kantor. Ar..kenapa cuma senyum? ayolah tolong aku malam ini, agar aku bisa lelap di antara derap langkahmu yg tomboy juga langkah yg mengingatkanku agar tak memberimu rok saat kau ulang tahun...selamat malam Ar..aku lelah menghadapimu yg hiper aktif...aku kalah, aku takluk padamu...pada langkah-langkahmu yg semantap langkah Karpov..juga Gary Kasparov...ah Ar aku terlalu memujamu pada ketaklukanku.

--Jakarta