Jadi silakan baca jika anda berniat melanjutkan membaca tulisan
ini,tapi jangan di baca atas nama kepentingan...Karena saya juga menulis tanpa
di dasari kepentingan...Mungkinkah? masa sie? apa iya? itu mungkin salah satu
kata yang terlintas di benak anda..Jika ya,ya gak apa apa itu wajar koq...Malah
saya harus mengacungkan jempol buat anda yang sempat bertanya di sela sela
bacaan...Anda tergolong kritis (menurut saya tentunya) Tapi jika tak
terlintas apapun di benak anda..Sayapun harus tetap mengacungkan jempol buat
anda...Yang mungkin terpaksa melanjutkan membaca tulisan ini karena penasaran
dan ingin tahu seperti apa akhir tulisan ini meski agak kesal dongkol dan
semacamnya..Karena anda mungkin merasa tersita waktunya...Untuk tulisan seperti
ini...(rupanya anda jenis orang yang punya rasa ingin tahunya cukup
tinggi) dan lagi lagi itu menurut saya,bukan menurut para ahli.
Sampai di sini mungkin anda baru bertanya..Sebenarnya saya mau ngomong apa,bahas apa,..Koq gak sesuai judul? dll....Dan itu menunjukan anda masih punya atau membawa kepentingan..(tidak sesuai harapan saya) Artinya anda belum mati dalam hidup...Karena orang yang mati dalam hidup adalah orang yang hidup tanpa kepentingan..Kita seringkali memberi dengan berharap tuhan memberi kita lebih banyak,kita memasuki tempat ibadah dengan berharap tuhan memasukan kita ke dalam surganya...Kita selalu membawa kepentingan kita meskipun kita sedang menghadap tuhan..Jika masih begitu..Kita hanya merasa hidup tapi sesungguhnya kita telah mati...yang hidup hanya kepentinganya saja...
--------------------------------
Radio Dalam, Jakarta.
--Djenar Abunetti--
___________________________
Message sent from a mobile device through Mobiquus.
http://www.mobiquus.com/