begitulah keadaan,ia seringkali memaksa kita untuk berpikir terlalu jauh.bahkan sampai pada hal-hal yang tak perlu dan tak penting...manusia seringkali lupa bahwa di dunia ini mungkin lebih banyak kejadian di luar keinginan manusia itu sendiri...tak bisakah kita belajar 'mengalir' atau mungkin 'meresap' tanpa pernah takut nanti bakal di 'keringin' seperti air yang tadi membasahi celana penumpang di sebelah saya.tak bisakah kita menerima gaji kita yang mungkin hanya cukup buat makan tanpa takut besok atau minggu depan harus kasbon...? ketakutan2 seperti inilah yang membuat manusia berusaha melakukan sesuatu di luar ''rel-rel'' yang sudah ada.takut tak di bilang gaul,takut tak bilang gak kuat beli motor,takut gak di bilang kuat beli mobil,takut gak di bilang cakep dan masih banyak lagi ketakutan-ketakutan yang membuat manusia itu sendiri terkurung.sehingga mereka merasa perlu untuk ''memberontak'' pada kenyataan.
semestinya manusia bisa menerima sebuah kenyataan tanpa perlu melontarkan pertanyaan apalagi mengeluh,mengapa begini mengapa begitu dan banyak pertanyaan yang akan terus melahirkan pertanyaan baru.sungguh sesuatu yang mengherankan jika kita masih mengaku memiliki tuhan tapi seolah-olah kita meragukan kinerja tuhan kita sendiri.dunia memang di penuhi manusia-manusia penakut,takut tak bilang kaya lalu mereka mencoba mencari uang dengan cara-cara tak halal,ada gadis takut gak di bilang gaul lalu melakukan free sex,takut tak di bilang cakep atau sexy lalu mereka mengeksploitasi semua bagian tubuhnya untuk di pertontonkan.
banyak manusia yang mati karena ketakutanya sendiri takut tak di bilang--------------------------------------------------
hebat lalu mereka mencoba agar tampak hebat dengan memakai narkoba hingga over
dosis,dan masih banyak lagi bentuk-bentuk ketakutan-ketakutan lainya yang tanpa
kita sadari telah menjadi penyakit rohani....apakah kita akan hidup dan mati
dalam ketakutan..???...anda sendiri yang menentukan.
Jakarta
--Djenar Abunetti--