warung mpok minah

Pagi menjelang siang,seperti biasa setelah saiia selesai jadi joki saiia mampir ke warung mpok minah (saiia biasa memanggil) yang ada di belakang masjid menara kebon sirih.kali ini ada yang berbeda dari hari-hari biasanya,jalanan tampak lebih bersih lebih rapi penjual mie ayam dan penjual nasi rames yang biasanya mangkal di sekitar jalan itu juga tak tampak.jualan mpok minah pun tampak lebih sedikit dari biasanya.tak ada minuman dingin,rokok dan kebutuhan lainya.hari ini mpok minah hanya menjual kopi dan kue.

Tiba-tiba rasa ingin tahu saiia sudah hadir di kepala saiia tanpa saiia suruh,di wujudkan dengan tanya "ada apa mpok kok sepi?", "ada lomba desa,jadi semua harus bersih'' kata mpok minah dengan logat jawanya,mungkin maksudnya Adipura kali ya? "besok (kamis) ada penilaian'' katanya lagi. saiia cuma garuk jenggot,sambil nyomot kue,"coffemixnya mpok" sambil ngunyah kue.obrolan terus aja ngalir dari soal setoran ke kelurahan yang katanya sampai dua ratus ribu perbulan,setiap datang minta kopi,rokok ataupun minuman dingin."saiia sih gak apa-apa asal saiia masih boleh jualan di sini mas'' kata si mpok.

Saiia jadi berfikir kok warung sekecil ini pungutanya segitu besar ya? seimbangkah dengan hasil penjualanya? apa memang harus sebesar itu? apakah benar uang itu masuk ke kelurahan atau cuma ke stafnya saja.saiia tak tahu dan mungkin tak punya hak untuk tahu.saiia tambah gak ngerti waktu lagi ngomongin soal larangan untuk berjualan dalam seminggu ini,yang katanyadi keluarkan sama pihak kelurahan tiba-tiba datang orang dengan seragam dinas "ijo muda" dan menanyakan ''kok gak jualan mpok'' katanya ''gak boleh''kata si mpok tapi jawaban orang tadi terasa aneh di telinga saiia ''siapa yang melarang''?.setelah orang berseragam itu pergi saiia menanyakan ''siapa mpok''? ,''orang kelurahan'' jawab si mpok.saiia tambah bingung,katanya yang ngelarang kelurahan.kok orang kelurahan sendiri malah nanya ''siapa yang ngelarang''?
loh kok???

Belakang Menara Kebon Sirih, Jakarta.

0 comments: