Petualangan Lontong


Jam enam sore saya terdampar di Kali Gadung, Tonjong, Brebes lalu membeli tiket bus jurusan Jakarta. Tapi saya tak tahu mau kemana, lha Jakarta sebegitu luasnya, apalagi sekarang ada reklamasi pasti tambah luas dong. Di loket pun saya bingung ketika ditanya mau kemana, yang penting Jakarta. Mau kemana-mana itu nantilah, ya sudah beli tiket kelas ekonomi biar sedikit murah, tak perlu AC, ngapain malam-malam pakai AC boros! Boros dikantongku dan boros energi. Dunia sudah mendekati batas akhir krisis energi, memicu perang.  Bertindak lokal, berpikir global,  aslinya irit!

Dengan berbekal lontong, oseng tempe plus petai cina....(lanjut nanti, susah ngetik di dalam busway, bersambung). 

(sekitar duapuluh jam kemudian baru sempet, sambungan) jam satu malam (apa pagi?) kurang limabelas menit saya terdampar di Prumpung, gila banget jam segitu udah nyampe Jakarta, dulu mana bisa, paling gak sekitar jam tigaan baru masuk Pulogadung, ini diakibatkan adanya jalan tol Cipali, waktu jadi terpotong banyak. Tapi ya itu cepet nyampe juga bingung mau kemana, nah turun dari bus kebetulan di depan Mall Bassura yang esok paginya akan diresmikan, jadi jam segitu lagi sibuk-sibuknya para pekerja. Akhirnya saya ikut duduk-duduk (dikira ikut kerja?) ngobrol sama pak satpam. Meskipun Jakarta sekarang lebih aman dari yang dulu rasa was-was tetep ada, maka cara inilah yang paling enak untuk mengatasi was-was dalam hati (ciee punya hati juga gue). Selese ngobrol sampai jam duaan saya jalan kaki lumayan jauh, memandangi tubuh-tubuh yang tergeletak di trotoar, di emperan, di gerobak dan di mana saja yang nyaman menurut mereka, sampai ketemu halte transjakarta, ini juga cara lain lagi untuk merasa aman, masuk halte transjakarta duduk-duduk atau tiduran, atau malah tidur beneran gak masalah. Transjakarta malam datang setengah jam sekali kurang lebih, dan saya naik transit di halte UKI lanjut ke Semanggi, transit ke arah Kota, turun di Dukuh Atas Satu jalan kaki ke Setia Budi, adzan subuh mulai kedengaran. 

Jam enam pagi tukeran tas sama someone (baca sesuai tulisan lebih enak deh), (kayak bandar narkoba di film-film) sarapan lanjut naik Transjakarta lagi  jurusan Kalideres, nah di sini repot. Karena lontong terasa semakin berat.

Nyampe juga di Taman Ratu, mandi, ngopi ngobrol ngalor ngidul dan seharian gak bisa tidur, nah saatnya tidur sudah tiba karena lontong sudah habis.
---------------------------

Cosmos, Taman Ratu, Jakarta Barat.

Djenar Abunetti​​
Sent from my BlackBerry 10 smartphone

0 comments: