Jengkel

25/05/2014
21:20

Manusia adalah satu-satunya binatang yang terus menerus berusaha saling membuat tidak bahagia, begitu sabda sang filsuf  H.L Mencken, senada dengan "homo est homini lupus"nya Thomas Hobbes. Maka menjadi wajar di musim capres seperti sekarang banyak status tak bahagia akibat pertarungan dua kelompok serigala. Kabar baiknya belum ada yang bersedia bunuh diri demi kebahagiaan bermedsos, paling banter hanya "nggrundel" di status.

Lama-lama saya tak tahan juga menahan diri untuk tidak ikut sok tahu soal capres dan tetek bengeknya setelah sekian lama terganggu dengan ocehan teman, "khilafah aja deh". Tentu teman saya pasti geregetan dengan hiruk pikuk copras capres yang semakin lama semakin bising, sama geregetannya denganku, tetapi buat saya sebising-bisingnya copras capres lebih bising soal khilafah. Demokrasi boleh jadi pilihan buruk dari sekian sistem yang sama buruknya, tapi saya tak setuju kalau hanya alasan "buminya Allah" lantas semua salah.

Bagi saya khilafah hanya mimpi buruk dengan mata terbuka. Jaman sudah semakin maju, khilafah tak lagi soal dipimpin pemuka agama, khilafah saat ini dipimpin oleh pemilik (pemuka) ilmu pengetahuan. Jangankan di Bumi, di Mars pun khilafah akan sulit berdiri sebab Nasa sudah lebih dulu ke sana, mengobrak-abrik planet tersebut. Peluang berdirinya khilafah mungkin di Saturnus atau Pluto atau pindah saja ke galaksi tetangga terdekat, Andromeda. Bukankah ini "Buminya Allah" seperti katamu, itu juga Saturnusnya Allah, Plutonya Allah, Andromedanya Allah. Silakan kesana, peluangmu ada di sana.

Dan sejujurnya saya jengkel setelah sekian lama menahan untuk tidak ikut nyinyir, ikut sinis, menghina dan seterusnya. Saya lelah setiap hari dijejali berita-berita seputar capres cawapres dan blek kempen. Maka pada saatnya saya pun merasa wajib dan merasa benar melempar kotoran-kotoran tersebut yang entah pada siapa, pada kerumunan tersebut. Saya bosan, muak dan saya merasa sedikit lagi akan menjadi gila dan masuk rumah sakit jiwa akibat (ber)internet, juga berpolitik, berkampanye yang tak sehat. Saya marah tapi entah pada apa, pada siapa. Atau jangan-jangan saya sedang marah pada diri saya sendiri karena ketidak mampuan saya untuk tetap cuek. Entahlah, saya hanya bisa melarikan diri dari hiruk pikuk tersebut dengan tidak mengaktifkan jejaring sosial bernama faceebook, dan tidak lagi menyalakan televisi. Hemat listrik hemat pikiran, pikirku.

Dan lama-lama catatan saya semakin menjengkelkan karena banyak kata yang diulang-ulang. Huh, jengkel.
--------------------------------------------------
Galuh Timur, Jawa Tengah.

--Djenar Abunetti--
djenarabunetti@yahoo.com
Sent from Nokia Windows Phone.

0 comments: