Omong Kosong Soal Ompol

02/01/2014
19:44

Tukang sales bilang "tidak penting apa yang ente jual, tetapi bagaimana ente ngejual biar laku"  tukang penulis juga bilang begitu "tidak penting apa yang kamu tulis, tetapi bagaimana kamu nulis biar enak dibaca dan tentunya laku", tukang insinyur, tukang khotbah, tukang motivasi, tukang cuci gosok, tukang gali dan tukang-tukang lainnya perpatokan pada satu hal, yaitu cara kerja barulah bicara hasil. Kita tahu bahwa yang paling laku di dunia ini, adalah omong kosong, sebab omong kosong selalu asik, selalu lebih menarik dari kenyataaan, omong kosong selalu lebih menghibur dari musik jenis apapun, lawakan siapapun, omong kosong dijual paling murah, lebih murah dari harga anak anjing.

Kita pun tahu yang paling laris dari yang laris saat ini adalah omong kosong "ompol" demokrasi, pemilu, wakil dan rakyatnya. Ompol-ompol tersebut seringkali menimbulkan masalah seperti ompol balita, sisi baiknya ompol menciptakan peluang bisnis pampers, kemudian bisnis iklan pun hidup dan produsen mempromosikan produknya di tivi-tivi, perempatan jalan dan koran-koran. Produsen pampers sukses dengan propaganda "ini pampers terbaik, buatan anak negri bla bli blo," yang lain berbisik "ini pampers masa depan, langka di pasaran, limited edition". Tapi rakyat yang cerdas sudah tahu ompol hanyalah ompol tak masalah harus pakai pampers atau pembalut bersayap. Toh ompol anak batita bukanlah najis mugholadoh, diguyur air seember juga selesai. Pampers hanya menambah kerjaan baru bagi tukang sampah dan limbah menurut pecinta lingkungan, namun meringankan tugas baby sitter.

Tapi produsen pampers tak menyerah mencitrakan modernitas kepada ibu-ibu yang takut kukunya patah, atau kuteknya luntur sebab kontak langsung dengan ompol. Akibatnya ibu-ibu tak lagi mengenali bau ompol anaknya sendiri tapi lebih mengenali bau ompol TTMnya. Ompol demokrasi semakin tercium, baunya semakin menyengat hidung pesek yang katanya irit saat bernafas dan panjang umur, namun pendek harapan untuk hidup lebih baik. Di lain tempat, produsen pampers sukses meraup ompol dengan menaiki mobil mewah bermerk "baby ompol".

Soal ompol soal setiap orang, ompolmu ompolku ompol kita. Ompol adalah dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat, tapi hanya baunya, bukan untungnya dan pemimpin yang baik tahu kapan harus ngompol dengan bijak.
---------------------------------------------------
Jembatan Item, Angke, Jakarta Barat.

--Djenar Abunetti--
djenarabunetti@yahoo.com
Sent from Nokia Windows Phone.

0 comments: