26/09/2013
18:28
:dalam busway.
Lama mikir-mikir mau nulis apa terus kepikiran besok siang harus beli buku antologi cerpen mastera yang saya lihat kemarin di lapak buku bekas, itu juga kalau masih ada coz biasanya kalau ada buku bagus kalau gak diambil/dibeli saat itu juga besoknya sudah gak ada. Saya lagi kepikiran juga kalau saya pernah berjanji mau memberikan novel parasit lajangnya Ayu Utami, tapi novel tersebut terlanjur saya berikan ke teman yang lain, buku bisa dibeli dan janji harus ditepati. Dan sebagai gantinya saya ingin mengganti novel tersebut untuk mengurangi rasa bersalahku.
Sabtu sore ini kerjaan sudah kelar meski meleset dari perkiraanku akibat material yang harus dipasang tak sesuai spesifikasi, beda ukuran. Keinginan bisa pulang lebih cepat harus ditunda, dan jam enam sore sabtu ini menjadi waktu terlama selama dua minggu bekerja STO Telkom Tanjung Priuk. Minggu-minggu yang melelahkan.
Jalan pulang seperti biasa dengan kendaraan umum kesayangan, busway. Menurutku orang Jakarta itu semuanya tangguh, kuat dan penyabar bayangkan paling tidak setengah jam setiap hari terperangkap macet dan jika dihitung berapa jam sebulan? Berapa jam setahun?.
Setengah jam dalam kemacetan, mending kalau duduk di samping atau di belakang sopir pribadi bisa main game, baca buku atau menulis status, atau haha hihi di twitter. Sesuatu yang luar biasa ada pada orang jakarta, berdiri sepanjang perjalanan, betapa kuat betisnya, punggungnya yang menggendong tas besar, dan kantong celana penuh gadget. Sepintas seperti tentara yang akan bertempur, bertempur melawan perut sendiri.
-------------------------------------------------------------
Dalam Busway koridor 12 Pluit-Tanjung Priok.
--Djenar Abunetti--
djenar.abunetti@gmail.com
Sent from Nokia Windows Phone
18:28
:dalam busway.
Lama mikir-mikir mau nulis apa terus kepikiran besok siang harus beli buku antologi cerpen mastera yang saya lihat kemarin di lapak buku bekas, itu juga kalau masih ada coz biasanya kalau ada buku bagus kalau gak diambil/dibeli saat itu juga besoknya sudah gak ada. Saya lagi kepikiran juga kalau saya pernah berjanji mau memberikan novel parasit lajangnya Ayu Utami, tapi novel tersebut terlanjur saya berikan ke teman yang lain, buku bisa dibeli dan janji harus ditepati. Dan sebagai gantinya saya ingin mengganti novel tersebut untuk mengurangi rasa bersalahku.
Sabtu sore ini kerjaan sudah kelar meski meleset dari perkiraanku akibat material yang harus dipasang tak sesuai spesifikasi, beda ukuran. Keinginan bisa pulang lebih cepat harus ditunda, dan jam enam sore sabtu ini menjadi waktu terlama selama dua minggu bekerja STO Telkom Tanjung Priuk. Minggu-minggu yang melelahkan.
Jalan pulang seperti biasa dengan kendaraan umum kesayangan, busway. Menurutku orang Jakarta itu semuanya tangguh, kuat dan penyabar bayangkan paling tidak setengah jam setiap hari terperangkap macet dan jika dihitung berapa jam sebulan? Berapa jam setahun?.
Setengah jam dalam kemacetan, mending kalau duduk di samping atau di belakang sopir pribadi bisa main game, baca buku atau menulis status, atau haha hihi di twitter. Sesuatu yang luar biasa ada pada orang jakarta, berdiri sepanjang perjalanan, betapa kuat betisnya, punggungnya yang menggendong tas besar, dan kantong celana penuh gadget. Sepintas seperti tentara yang akan bertempur, bertempur melawan perut sendiri.
-------------------------------------------------------------
Dalam Busway koridor 12 Pluit-Tanjung Priok.
--Djenar Abunetti--
djenar.abunetti@gmail.com
Sent from Nokia Windows Phone

0 comments:
Posting Komentar