Pekerjaan

Hujan selalu membawa banyak cerita meski tak selalu romantis, kadang cerita tragis muncul di belahan bumi yang lain, dan cerita konyol di tempat lainnya. Apapun yang diakibatkan hujan, hujan tetaplah berkah meski baliho caleg di perempatan jalan roboh menimpa mobil, meski kabel PLN putus kesabet dahan pohon yang patah, lalu travo meledak dan mati lampu semalaman, menyebabkan BTS telepon seluler kehilangan suplai listrik menyebabkan sinyal senin kamis, meski Jakarta tenggelam, hujan tetaplah (dianggap) berkah. Jika sudah seperti ini berkah dan bencana menjadi sulit dibedakan, bagiku berkah hanya sebuah kondisi, entah menurutmu.

Sekitar jam dua siang ketika itu hujan sangat deras dan tempat tidurku bertiga dengan teman sejawat di sebuah kios 4x6 meter di sebuah komplek BTN di kota Kadipaten, Jawa Barat bocor di sana-sini, niat tidur gagal total. Terdengar deru mesin motor matic berhenti di depan kios kami, "siapa hujan-hujan begini nyamperin, pak mentor pasti sudah molor di kantor", pikirku. Tak lama kemudian pintu sliding di ketuk dari luar, kusuruh temanku membukanya, lalu tampaklah dua perempuan basah kuyup dengan kaos putih tipis yang lekat di kulit putihnya dan pakaian dalam hitam nampak jelas. Hujan deras begini disuguhi pemandangan seperti ini rasanya sulit untuk menekan laju darah di mana setan ikut mengalir di dalamnya. Benar-benar ujian, imanku yang lebih tipis dari kaos perempuan itu semakin tipis dibuatnya.

Perbincangan singkat dengan hasil akhir sebuah alamat rumah yang tak jauh dari tempatku, hanya beberapa blok, dua perempatan dari tempatku.
"ayo Ndol kita ke sana", kataku. Semangatku membara mengalahkan hawa dingin akibat hujan yang semakin deras, sederas laju darahku. Hujan masih deras, dua perempuan muda pulang lebih dulu.

Sampailah kami di rumah dua perempuan tadi, diajak masuk dan diperlihatkan dapur yang nyaris seperti kolam renang, setelah naik turun ke atap maka aku berkesimpulan karena kemiringan atap yang tidak seimbang, ditambah talang yang hanya satu pembuangan untuk bentangan sejauh itu pun mampet, maka dapur tersebut menjadi kolam renang yang ada kompornya, karena 70% air masuk dan lantai dapur lebih rendah dari ruangan lainya. Ah aku sampai lupa dengan kaos tipis itu, pekerjaan selalu mengurangi juga menghindarkan hal-hal buruk dalam diriku.
--------------------------
Galuh Timur, Jawa Tengah.


--Djenar Abunetti--
djenarabunetti@yahoo.com
Sent from Nokia Windows Phone

0 comments: