Ada banyak pertanyaan di dunia ini yang sering melintas di pikiran kita atau di sekitar kita, beberapa pertanyaan ada yang sudah terjawab dan lebih banyak lagi yang belum terjawab, sepanjang waktu pertanyaan demi pertanyaan datang silih berganti, dan mungkin saja salah satu tugas manusia di dunia ini adalah menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut baik yang ia ciptakan sendiri atau orang lain. Saat kita kecil pertanyaan kapan sekolah, kapan dikhitan menjadi pertanyaan biasa bagi orang dewasa tapi mungkin ada rasa yang berbeda bagi si anak kecil, takut, penasaran dan malah lebih ingin cepat mengalaminya. Pertanyaan demi pertanyaan terus menghampiri, kapan lulus, kapan tunangan, kapan nikah dan kapan kerja, kapan punya anak, kapan menantu dan segalanya terjawab begitu saja oleh waktu, atau kita yang menjawabnya? dan kita sendiri seperti lupa terhadap pertanyaan-pertanyaan itu sendiri dan sadar atau tidak kita mewariskan banyak pertanyaan serupa di generasi berikutnya. Seolah tanpa pertanyaan-pertanyaan tersebut kita tak bisa hidup, atau memang hidup itu sebuah pertanyaan?
Hanya pertanyaan kapan mati? Yang tidak terlontar dari bibir kita, karena memang kita menghendaki lebih banyak pertanyaan lagi, lagi dan lagi meski terkadang kita mengeluh menjawab pertanyaan yang semakin sulit dari waktu ke waktu, seperti ujian kenaikan kelas, kelulusan sampai interview di tempat kerja. Dan konon menurut ajaran sebuah agama manusia yang mati dan di dalam kubur pun tak lolos dari serangkaian pertanyaan untuk uji kelayakan masuk surga atau masuk neraka.
Malu bertanya sesat di jalan, banyak bertanya jelas mengesalkan, tetapi sepertinya kita memang hidup dari pertanyaan, di atas pertanyaan dan untuk pertanyaan. Orang-orang besar mulai bertanya sejak berabad-abad yang lalu "dari mana kita berasal, untuk apa kita di sini, dan kemana setelahnya", dan bukankah apa yang kita genggam juga berasal dari pertanyaan "bagaimana agar kita bisa berkomunikasi dengan mudah, cepat dan murah?", maka muncul jawaban seperti handphone, phablet, smartphone dan sejumlah aplikasi turut menjawab keresahan tentang sebuah jarak. Maka, bertanyalah tentang hal-hal besar seperti halnya orang-orang besar.
Bertanya pada peramal, pembaca garis "takdir" tangan dukun, atau paranormal mungkin salah satu upaya manusia dalam rangka menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam benaknya, siapa aku? Mengapa aku? Bagaimana aku dan seterusnya yang pada akhirnya akan mendatangkan berbagai pertanyaan baru, lalu untuk apa semua ini? Hidup memang tanda tanya.
-------------------------------------------------
Pasar Pagi, Jakarta
--Djenar Abunetti--
djenarabunetti@yahoo.com
Sent from Nokia Windows Phone
Hanya pertanyaan kapan mati? Yang tidak terlontar dari bibir kita, karena memang kita menghendaki lebih banyak pertanyaan lagi, lagi dan lagi meski terkadang kita mengeluh menjawab pertanyaan yang semakin sulit dari waktu ke waktu, seperti ujian kenaikan kelas, kelulusan sampai interview di tempat kerja. Dan konon menurut ajaran sebuah agama manusia yang mati dan di dalam kubur pun tak lolos dari serangkaian pertanyaan untuk uji kelayakan masuk surga atau masuk neraka.
Malu bertanya sesat di jalan, banyak bertanya jelas mengesalkan, tetapi sepertinya kita memang hidup dari pertanyaan, di atas pertanyaan dan untuk pertanyaan. Orang-orang besar mulai bertanya sejak berabad-abad yang lalu "dari mana kita berasal, untuk apa kita di sini, dan kemana setelahnya", dan bukankah apa yang kita genggam juga berasal dari pertanyaan "bagaimana agar kita bisa berkomunikasi dengan mudah, cepat dan murah?", maka muncul jawaban seperti handphone, phablet, smartphone dan sejumlah aplikasi turut menjawab keresahan tentang sebuah jarak. Maka, bertanyalah tentang hal-hal besar seperti halnya orang-orang besar.
Bertanya pada peramal, pembaca garis "takdir" tangan dukun, atau paranormal mungkin salah satu upaya manusia dalam rangka menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam benaknya, siapa aku? Mengapa aku? Bagaimana aku dan seterusnya yang pada akhirnya akan mendatangkan berbagai pertanyaan baru, lalu untuk apa semua ini? Hidup memang tanda tanya.
-------------------------------------------------
Pasar Pagi, Jakarta
--Djenar Abunetti--
djenarabunetti@yahoo.com
Sent from Nokia Windows Phone

0 comments:
Posting Komentar