Baiklah Noyaw, hari sudah terlalu malam dingin di saku jaketmu telah lama mengepalkan tinju mari kita pulang sebelum gerimis makin menggila, kau tahu? gerimis tak selalu romantis seperti kata penyair-penyair itu, lupakan gadis-gadis penggoda di pinggir jalan meski semanis kismis. Pulanglah ngemil kacang, baca buku, baca berita, main game, chating ataupun membuat catatan harian, kau tentu tak lupa pada janjimu sendiri untuk tetap menulis catatan harian dan biarkan mereka menulis catatanya sendiri bersama gerimis dan genitnya angin malam di lembar-lembar tissue basah.
Ok Boy kita pulang, menikmati saran-saranmu yang membosankan, tak ada tantangan yang membuat jantung berdetak lebih cepat, tak ada sesuatu yang bisa kita lihat di sini selain catatan daftar keinginan, daftar menu favorit, tempat kongkow favorit, keluhan kaus kaki yang berlubang di tumit. Perlukah kita membaca semua itu Boy? atau kau memang penyuka catatan kaku, tak ada dialog seperti daftar menu di restoran masakan China? kau tahu Boy aku suka jalanan, malam di sebuah kota adalah alam liar kita bisa menemukan spesies ular beludak di semak-semak beton, remang lampu jalan dan sempitnya gang, kita bisa jadi penakluk atau jadi budaknya sekaligus, rumit bukan?
----------------------
Cirebon, Talun.
--Djenar Abunetti--
djenarabunetti@nokiamail.com
Sent from my Nokia