Malam

Malam itu dingin, sunyi, tenang, dan gelap. Karenanya jaringan internet lebih bagus dari siang hari yang panas, ramai, terang dan pelik, penyedia jaringan internet seperti menyadari para penyair cyber menulis saat malam mulai menua, mengeriput dan membusuk, atau malah tak peduli dengan penyair dan lebih percaya pengguna, user dan pelangganya adalah makhluk malam seperti kelelawar, burung hantu, pocong, kuntilanak sampai tuyul dan babi ngepet.

Malam itu sunyi, dan tenang. Baik untuk bertafakur, merenung juga merinding, penyedia jaringan seakan lebih ikhlas melancarkan koneksi pada sepertiga malam, ibadah katanya, dan bertobat seusai seharian melakukan dosa-dosa buruknya kualitas jaringan dan ingkar janji. Atau merinding takut bangkrut? Kita bukan manusia di mata mereka melainkan mesin uang atau semacam celengan berbentuk kodok, ayam jago dan tong sampah.

Malam itu gelap, sunyi dan dingin. Karenanya hantu sepertiku bangkit dari kubur dan terjaga dari mimpi buruknya hidup, berdoa hingga menjelang shubuh pada menara-menara, pada operator yang maha kuasa agar dilancarkan segala koneksi dan kemudahan mengakses youtube, twitter sampai youporn di sela dengkur depkominfo yang kegemukan.

Malam itu sunyi, gelap, dingin dan tenang. Karenanya maling berkeliaran dan serangga bersahutan, bersalaman di bawah lipatan span di atas dipan dan tumpukan dongeng tentang masa depan. Dan kita hanyalah kutu busuk di dipan peradaban paling jamban, tergilas, terlindas tak berbekas.
----------------------------
Kadipaten


--Djenar Abunetti--
djenar.abunetti@gmail.com
Sent from my Nokia