Sedikit soal SDM, sumber daya maling memang luar biasa dan layak ditiru, maling tak mengenal hari libur nasional, long week end dan cuti bersama apalagi hanya perayaan semacam hallowen dan valentine day, "maling, maling dan maling", mungkin begitu cara mereka menyemangati diri sendiri ataupun kelompoknya dan mungkin saja di kelompok lain memiliki slogan sendiri semisal "anytime, anywhere maling".
Maling mempunyai semangat tinggi, ketrampilan yang baik untuk tetap bertahan dan berusaha keras mencongkel jendela, kaca mobil atau memanipulasi data. Maling memiliki perhitungan yang baik soal waktu, situasi, kondisi dan untung rugi sama matangnya dengan pialang saham dan maling pun bersedia lembur untuk mengejar target, kejar tayang untuk nguber setoran, tak seperti oknum PNS yang hobi belanja pada jam kerja, maling benar-benar menghargai waktu, saat kita tidur maling bisa saja sedang bekerja saat kita kerja maling tetap kerja, tak seperti anggota dewan yang hobi keluyuran tak jelas juntrunganya, dewan maling tak perlu studi banding. Menjadi maling bukan pekerjaan mudah dan tanpa tekanan, beberapa maling mengalami mati muda seperti jurnalis, jurnalis mati muda dikejar deadline, kadang juga berurusan dengan penguasa dijemput dan menghilang, maling mati muda dikejar dan dihakimi massa, tak jarang maling berhadapan aparat masuk bui lalu diberitakan bunuh diri. Maling membutuhkan nyali besar layaknya perintis usaha kue brownies atau pengusaha tempe yang tetap melaju meski kedelai langka di pasaran menyebabkan harga kedelai dan ongkos produksi naik tajam sementara daya beli masyarakat melemah. Pekerja keras, pekerja cerdas itu bernama maling. #ayo semangat seperti maling-maling itu, jum'at depan gajian.
--------------------------
Kadipaten
--Djenar Abunetti--
djenarabunetti@nokiamail.com
Sent from my Nokia